Penampakan tempat cuci tangan buatan Dicky. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Penampakan tempat cuci tangan buatan Dicky. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Anjuran pemerintah untuk mencuci tangan guna mencegah penyebaran Covid-19 membawa berkah tersendiri bagi perajin tempat cuci tangan di Jombang. Dalam sebulan, tempat cuci tangan dari tong bekas itu bisa menghasilkan keuntungan hingga Rp 50 juta.

Berawal dari adanya anjuran pemerintah untuk melakukan cuci tangan di tengah badai Covid-19 ini, salah satu pengusaha tong bekas di Jombang, Muhammad Dicky Pratama (19) berinovasi membuat tempat cuci tangan dari tong bekas. 

Sejak sebulan terakhir ini, tong bekas yang menumpuk di gudang usahanya di Jalan Brigjen Kretarto, Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang ini ia sulap menjadi tempat cuci tangan.

Tempat cuci tangan buatan Dicky ini, merupakan tong bekas berbahan plastik bekas tempat fermentasi permen yang didapat dari sebuah pabrik di Surabaya. Untuk membuat tempat cuci tangan, tong bekas tersebut dibersihkan terlebih dahulu bagian dalam dan luarnya.

Kemudian bagian bawah tong dibuatkan lubang untuk tempat kran air. Bagian dalam tong digunakan untuk menampung air bersih, sedangkan lubang kran itu sebagai tempat keluarnya air untuk cuci tangan. Tak ketinggalan, bagian depan tong juga ditempelkan stiker bertuliskan tempat cuci tangan.

Dikatakan Dicky, ia sebelumnya hanya memproduksi bak penampungan air. Namun karena ada kebijakan pemerintah untuk mencuci tangan agar terhindar dari paparan Covid-19, ia beralih untuk membuat tempat cuci tangan.

Pembuatan itu tempat cuci tangan itu, baru ia mulai pada bulan Maret kemarin. Pembuatan tempat cuci tangan ini, Dicky dibantu oleh 4 karyawannya.

"Ini mulai baru produksi itu sejak ada kebijakan pemerintah menyuruh untuk sering mencuci tangan, itu baru produksi. Ya awal-awal Alhamdulillah ramai," ujarnya saat ditemui di bengkel produksinya, Selasa (7/4) pagi.

Dalam sehari, Dicky mampu memproduksi tempat cuci tangan dari tong bekas sejumlah 100 buah. Tempat cuci tangan yang ia buat ini ukurannya bervariasi, mulai dari ukuran 20 liter, 30 hingga 50 liter. 

Untuk harga tempat cuci tangan ukuran 20 liter ia patok dengan harga Rp 110 ribu, 30 liter Rp 130 ribu dan untuk ukuran 50 liter dibandrol dengan harga Rp 150 liter. "Yang paling diminati itu yang ukuran 20 liter," ungkapnya.

Untuk pemasarannya, Dicky memanfaatkan sosial media melalui Facebook. Saat ini, tempat cuci tangan buatannya kerap dipesan dari wilayah Jombang, Surabaya, hingga Solo dan Yogyakarta. "Kemarin itu terakhir kirim paling banyak 50 biji. Itu di Jombang," tandasnya.

Diakui Dicky, anjuran pemerintah untuk mencuci tangan ini berdampak kepada permintaan tempat cuci tangan. Dalam sehari, ia bisa menerima pesan sebanyak 50 buah. 

Banyaknya permintaan tempat cuci tangan itu, juga membawa berkah tersendiri bagi pria yang masih membujang itu. Dalam sebulan, ia bisa mengantongi keuntungan hingga Rp 50 juta.

"Kalau omzet Insyaallah sehari itu Rp 1 juta lebih. Insyaallah kalau ada kirim-kirim gitu ya bisa sampai Rp 50 juta," pungkasnya.(*)