Calon profesor baru UIN Malang, Dr A Sani Supriyanto SE MSi dan Dr H Salim Al Idrus MM MAg. (Foto: istimewa)
Calon profesor baru UIN Malang, Dr A Sani Supriyanto SE MSi dan Dr H Salim Al Idrus MM MAg. (Foto: istimewa)

Pada awal tahun, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Prof Dr Abdul Haris MAg, menyatakan dengan tegas bahwa di tahun 2020, kampus harus memiliki setidaknya lima guru besar.

Kegiatan klinik penulisan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Namun, tahap akhirnya justru terhambat karena adanya lockdown kampus seperti yang diinstruksikan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Seluruh aktivitas kini diubah ke sistem dalam jaring (daring/online).

Meski banyak kegiatan yang menjadi terhambat selama masa lockdown, UIN Malang tetap melanjutkan program percepatan guru besar 2020.

Melalui teleconference, dua calon profesor UIN Malang melalui tahap akhir untuk dikukuhkan. Tahap tersebut ialah audiensi dengan pihak Ristek Dikti.

Kedua calon profesor, yakni Dr A Sani Supriyanto SE MSi dan Dr H Salim Al Idrus MM MAg melakukan teleconference didampingi pimpinan UIN Malang di Ruang Rektor beberapa waktu yang lalu.

Dalam audiensi tersebut, kedua calon profesor yang sama-sama dari Fakultas Ekonomi itu mampu menjawab dengan baik seluruh pertanyaan yang diajukan penguji dari Ristek Dikti.

Meski dilaksanakan secara daring, Prof Haris mengungkapkan kegiatan audiensi tersebut berjalan sukses.

"Tidak ada kendala apapun dalam audiensi ini. Kedua calon akan dikukuhkan menjadi profesor segera," ucapnya.

Program Percepatan Guru Besar yang menjadi fokus UIN Malang di tahun 2020 merupakan langkah yang sangat tepat. Pasalnya, kampus yang salah satu gedungnya berlokasi di Jalan Gajayana Kota Malang ini masih memiliki jumlah profesor yang minim. Dengan adanya tambahan profesor, maka SDM yang dimiliki kampus akan semakin kuat.

"Mudah-mudahan kedua calon profesor kita semakin bermanfaat keilmuannya untuk lingkungan kampus sendiri, juga bagi masyarakat," harap Prof Haris.

Jadi tunggu saja, kabar baik penambahan profesor di UIN Malang akan didengar meski di tengah masa pandemi ini.