Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia, Sabtu (4/4/2020). (Foto: BNPB)
Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah terkait persebaran Covid-19 di Indonesia, Sabtu (4/4/2020). (Foto: BNPB)

Sebaran kasus pasien positif Covid-19 secara akumulatif masih bertahan di 32 Provinsi di Indonesia yang harapannya tidak akan bertambah lagi jumlah sebarannya. 

Untuk hari ini (4/4/2020) Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah mengenai Covid-19 mengatakan masih prihatin dengan kondisi Indonesia yang masih saja terdapat penambahan kasus pasien positif Covid-19.

"Kita masih cukupprihatin karena pada hari ini (4/4/2020) masih ada penambahan kasus untuk konfirmasi positif, sebanyak 106 kasus sehingga total menjadi 2.092 kasus konfirmasi positif dengan menggunakan pemeriksaan molekuler," ucapnya saat Konferensi Pers di Kantor BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Jakarta, Sabtu (4/4/2020) sore ini sekitar pukul 15.45 WIB.

Peta persebaran kasus pasien positif Covid-19 terdapat di sembilan provinsi di Indonesia yakni DKI Jakarta (55), Jawa Barat (24), Jawa Tengah (7), Bali (5), DI Yogyakarta (5), Banten (3), Sumatera Utara (3), Kalimantan Timur (2) dan Papua (2). 

Jika dilihat dari data sebaran, DKI Jakarta masih yang terbanyak. Sedangkan untuk Provinsi Jawa Timur per hari ini (4/4/2020) rekapan nasional pukul 12.00 WIB menunjukkan nihil.

Untuk kasus pasien yang berhasil sembuh, Achmad Yurianto sangat bersyukur atas adanya kasus pasien Covid-19 yang sembuh. 

"Kemudian kita bersyukur ada 16 saudara kita yang sudah sembuh dengan pemeriksaan negatif dan dua kali berturut-turut sehingga bisa dipulangkan sehingga total menjadi 150 orang," sebutnya.

Achmad Yurianto juga membeberkan semua kondisi pasien yang berhasil sembuh dari penderitaan Covid-19 sebanyak 150 orang ini sangat bagus dan baik.

"Kita bersyukur bahwa mereka yang sudah sembuh ini kondisinya bagus dan tidak perlu dikhawatirkan lagi untuk menularkan penyakit. Bahkan, kita yakini yang 150 orang ini telah sembuh dan memiliki imunitas kekebalan terhadap virus Covid-19," bebernya. 

Sebaran pasien yang berhasil sembuh dari Covid-19 ini ada di enam Provinsi di Indonesia, yakni Sulawesi Selatan (5), DKI Jakarta (4), Jawa Timur (4), Kalimantan Timur (1), Sumatera Selatan (1), Sulawesi Tenggara (1). 

Sedangkan Achmad Yurianto masih menaruh rasa keprihatinan yang mendalam karena masih terdapat pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

"Kita masih berprihatin ada 10 yang meninggal sehingga totalnya adalah menjadi 191 meninggal," ucapnya. 

Sebarannya, terdapat di enam Provinsi di Indonesia, yakni Banten (3), Jawa Timur (3), Nangroe Aceh Darussalam (1), DKI Jakarta (1), Jawa Barat (1) dan Papua (1). 

Semoga para pasien yang telah gagal berjuang melawan Covid-19 mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. 

Achmad Yurianto menuturkan bahwa tim kesehatan telah melakukan pemeriksaan terhadap ribuan orang yang ada di Indonesia untuk mengetahui dan melakukan tindakan terkait perkembangan Covid-19.

"Kami sudah melaksanakan pemeriksaan molekuler dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) pada lebih dari 7.896 orang dan kemudian kasus yang kita dapatkan ini tersebar di 120 Kabupaten/Kota," jelasnya. 

Sebaran kasus Covid-19 yang terdeteksi oleh tim kesehatan banyak sekali yang muncul dari OTG (Orang Tanpa Gejala). 

Jadi kasus Covid-19 ini muncul tanpa gejala atau keluhan rasa sakit yang dirasakan oleh orang tersebut. 

Penyebarannya juga cukup masif, terutama di beberapa Provinsi besar di Indonesia yang di tiap harinya menunjukkan penambahan kasus positif Covid-19.

Achmad Yurianto menegaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kunci utama dari pencegahan Covid-19 di Indonesia yakni dengan mematuhi anjuran Pemerintah dengan berada dirumah saja. 

"Inilah yang meyakinkan kita bahwa tinggal di rumah adalah jawaban satu-satunya yang paling benar. Tidak melakukan perjalanan kemanapun. Apakah ke kampung, apakah ke rumah saudara, ataukah tempat lain tidak dilakukan. Karena inilah upaya-upaya kita untuk menghentikan," tegasnya.