Petugas yang terdiri dari puskesmas, Kecamatan dan Polsek Tulungagung kota membujuk AH agar mau di evakuasi (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)
Petugas yang terdiri dari puskesmas, Kecamatan dan Polsek Tulungagung kota membujuk AH agar mau di evakuasi (Foto : Anang Basso/TulungagungTIMES)

Setelah pulang dari rumah sakit beberapa waktu lalu, pasien positif Covid-19 yang bernama AH (31) warga desa Gandong Kecamatan Bandung yang kini kontrak di Kelurahan Jepun Kecamatan Tulungagung, akhirnya di evakuasi. 

Pasien yang sudah dipastikan tepapar Covid-19 itu harus dipindah ke lokasi Karantina rusunawa IAIN Tulungagung untuk menjalankan isolasi lanjutan.

"Sesuai instruksi gugus tugas penanggulangan Covid-19 Tulungagung kita diminta agar yang yang bersangkutan di pindah dulu di rusunawa," kata camat Tulungagung, Iswahjudi, Sabtu (04/04) siang.

Lanjutnya, tes pada AH yang dilakukan pertama sudah dinyatakan positif dan untuk test swab kedua belum diterima dan belum ada pernyataan sembuh dari dokter yang menangani sebelum hasil swab kedua keluar.

"Sebenarnya sudah sembuh dan sudah boleh pulang, tapi masih berdasarkan hasil swab pertama. Untuk swab kedua hasilnya belum diketahui, makanya sementara waktu kita pindahkan di rusunawa untuk menjalani karantina," jelasnya.

Setelah AH dipindah, selanjutnya pihak gugus tugas akan melalukan test swab pada keluarga dan orang yang punya riwayat berhubungan.

"Setelah ini, kita kemungkinan akan lakukan test lagi. Yang pertama di test, keluarga yang satu rumah negatif," jelasnya

Dari informasi yang dihimpun, dua orang terdekat yang domisili di Gandong Kecamatan Bandung setelah di lakukan rapid test hasilnya juga positif.

Sementara, itu dalam evakuasi yang dilakukan tim dari kecamatan, puskesmas juga dibantu pengamanan pihak Polsek Tulungagung kota.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kompol Rudi Purwanto mengungkapkan jika AH sempat menolak dibawa ke rusunawa IAIN Tulungagung guna dilakukan isolasi atau Karantina.

"Sempat menolak dengan alasan istri dan anaknya dirumah tidak ada yang menemani, namun setelah kita berikan pengertian akhirnya dia bersedia," ujar Rudi.

Dengan evakuasi ini, Rudi berharap agar masyarakat kembali tenang. 

Pasalnya, warga sekitar sering mengeluh dan merasa ketakutan dengan keluarga AH yang telah dinyatakan positif Covid-19 dan kontrak lingkungan yang padat pemukiman itu.

"Saya harap masyarakat tenang, karena dalam rumah ada keluarga dan juga karyawannya nanti kita usahakan agar di tes untuk diketahui bagaimana hasilnya," terangnya.

Evakuasi dilakukan dengan ambulans dan petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap dengan dikawal petugas dari Polsek dan Koramil Tulungagung kota dengan lancar dan terkendali.