Ketua Tim Saber Pungli Tulungagung Ki Ide Bagus Tri / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Ketua Tim Saber Pungli Tulungagung Ki Ide Bagus Tri / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Dugaan mafia ujian perangkat desa yang telah terjadi di berbagai tempat di Tulungagung direspons Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli). Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Saber Pungli yang juga Wakapolres Tulungagung Kompol Ki Ide Bagus Tri di sela-sela acara rilis, Senin (24/02) siang.

"Kami sudah perintahkan kepada kanit tindak pidana korupsi (tipidkor) agar cek lapangan bagi desa yang akan menggelar ujian perangkat desa," kata Ide Bagus.

Hasil sementara, Tim Saber Pungli juga telah mengarahkan agar tipidkor berkoordinasi dengan kapolsek yang mempunyai wilayah agar ditingkatkan pengawasan di masing-masing desa yang hendak mengadakan ujian perangkat desa.

"Kami juga sudah mengarahkan kepada kapolsek agar untuk membantu cek wilayah yang menggelar ujian perangkat," paparnya.

Bahkan, Tim Saber Pungli juga telah miminta agar petugas di desa (bhabinkamtibmas) tidak ikut dalam adanya dugaan kebocoran soal dan kunci jawaban. "Kami sudah melakukan serangkaian penyelidikan. Sejumlah informasi sudah masuk dan tidak dapat kami sampaikan karena ranahnya penyelidikan," jelas Bagus Tri.

Desa mana saja yang telah mendapatkan informasi rawan beroperasinya oknum mafia ujian perangkat desa itu?  Bagus Tri hanya memberikan dua desa, yaitu Bendilwungu dan Sambirobyong di Kecamatan Sumbergempol.

"Tidak bisa saya sampaikan. Ini kan ada beberapa informasi yang kami proses untuk bahan penyelidikan," ungkapnya.

Tim Saber Pungli Kabupaten Tulungagung, menurut  Bagus Tri, mempunyai target untuk melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap mafia yang diduga mencari keuntungan dalam kegiatan penjaringan dan penyaringan perangkat desa yang rata-rata akan digelar tahun ini di mayoritas seluruh desa di wilayah Kabupaten Tulungagung. "Targetnya ada yang di-OTT," pungkasnya.