Kasatlantas Polres Blitar, AKP Yoppy Anggi Krisna.(Foto : Team BlitarTIMES)
Kasatlantas Polres Blitar, AKP Yoppy Anggi Krisna.(Foto : Team BlitarTIMES)

Polisi menetapkan sopir bus  pariwisata Fabian Anugerah sebagai tersangka terkait kecelakaan maut di Desa Pagergunung Kecamatan Kesamben Kabupaten Blitar, Sabtu(7/12/2019) lalu.

Kasatlantas Polres Blitar AKP Yoppy Anggi Krisna mengatakan, penetapan tersangka dilakukan  setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara intensif kepada sopir bus bernama Miftahul Huda warga Kauman Tulungagung itu. Dilanjutkan dengan gelar perkara yang melibatkan Unit Laka, Provost dan Reskrim Polres Blitar. "Kami sudah melalukan gelar perkara dan tersangka sudah kita tentukan yaitu driver busnya itu sendiri," ungkap Yoppy, Selasa (11/2/2020).

Menurut dia, penetapan status tersangka terhadap sopir bus  karena dari hasil oleh TKP di lokasi kecelakaan terbukti adanya kelalaian sopir. Selain itu dari hasil penyelidikan juga diketahui sopir yang disewa oleh pihak rombongan tersebut tidak memiliki SIM.

"Memang ada kelalaian dari driver bus. Di lokasi kejadian tidak ada bekas pengereman, kemudian tidak ada izin pariwisata lalu driver juga tidak memiliki SIM. Kami sudah mengecek ke Satlantas Tulungagung memang tidak pernah mengeluarkan SIM atas nama yang bersangkutan," tegasnya.

AKP Yoppy menambahkan, penyelidikan kasus kecelakaan yang menewaskan empat guru TK dan satu pengendara sepeda motor ini sempat terkendala kondisi sopir yang mengalami luka berat. Pihaknya tidak bisa melakukan pemeriksaan karena sopir masih menjalani perawatan medis.

Sementara untuk PO yang menyewakan bus, sementara ini masih jadi saksi. Meskipun izin bus menjadi kendaraan pariwisata juga belum ada, tapi itu bukan kewenangan Satlantas untuk menindak.

AKP Yoppy mengaku masih konsultasi dengan dokter dan penyidik, untuk memastikan apakah setelah penetapan tersangka ini akan dilakukan penahanan atau tidak. "Kondisinya masih sakit di bagian leher, belum diputuskan apakah akan ditahan atau dibantarkan dengan jaminan pihak keluarga. Tersangka terancam pasal 310 ayat 4 KUHP tentang kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun," pungkasnya.

Bus pariwisata Fabian Anugerah ini  berpenumpang 56 orang yang merupakan  rombongan guru pengawas dan kepala sekolah TK asal Tulungagung.  Rombongan rencananya akan menuju Pasuruan, untuk berwisata ke kebun kurma. Kecelakaan ini   menewaskan lima orang. Lima orang yang meninggal dunia, empat diantaranya adalah anggota rombongan. Sementara satu orang lagi seorang pemotor yang berjalan dari arah berlawanan.(*)