AKBP Eva Guna Pandia / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
AKBP Eva Guna Pandia / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Ngopi "Astuti" Bersama Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia 2

Salah satu program populer Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia adalah cakrukan tiga pilar yang wajib dilaksanakan rutin di tiap desa. 

Cakrukan tiga pilar tersebut selain mensosialisasikan jargon Astuti (Agunge Sikap Tulung Tinulung) juga silaturahmi untuk mencari penyelesaian setiap permasalahan yang terjadi di desa.

"Dalam Cakrukan tiga pilar ini, ada Kapolsek, Instansi terkait dan warga masyarakat. Dari hasil dialog ini, permasalahan apapun yang terjadi akan kita sampaikan ke Instansi terkait untuk di pikirkan dan dicarikan solusinya," kata EG Pandia.

Bagi Pandia, sebagai anggota Babinkamtibmas anggotanya wajib mengetahui permasalahan yang terjadi di desa. Sehingga jika ada kerawanan gang terjadi bisa diantisipasi dini.

"Masyarakat Tulungagung itu luar biasa, jika kita adakan kegiatan disana sudah ada yang menyediakan ubi rebus, kopi dan makanan ringan lain. Kemudian mereka punya permasalahan apa bisa disampaikan pada kita dan jika masalah yang bisa kita selesaikan di tingkat desa maka tidak perlu sampai ke Polsek atau Polres,"jelas Pandia.

Bagi Babinkamtibmas yang secara aktif melaporkan kegiatan, Kapolres akan memberikan reward dan bagi yang malas menjalankan tugasnya akan diberikan punishment.

"Tentu kita evaluasi tiap bulan, jika yang tugasnya bagus kita selalu berikan reward dan jika yang kurang bagus maka kita tanya masih sanggup apa tidak jadi Babinkamtibmas, jika tidak maka kita berikan tugas lain. Tugas sebagai Babinkamtibmas itu tugas mulia, jika mampu dilaksanakan anggota akan sangat dekat dengan warganya," terangnya.

Selain itu, Kapolres akan segera mengusulkan di setiap desa punya rumah Astuti atau semacam rumah aspirasi.

"Masalah seperti kekerasan dalam keluarga, yang bisa di selesaikan di rumah Astuti tidak perlu sampai ke Polsek atau ke ranah hukum. Bisa diselesaikan dengan dialog dan musyawarah, layanan seperti ini bisa dilakukan di tingkat desa," ungkap nya.

Program lain yang merupakan tradisi Kapolres AKBP Tofik Sukendar yang masih dilaksanakan EG Pandia diantaranya santunan bagi anak yatim piatu. 

Baginya hal itu merupakan wujud perhatian nyata dan kepedulian pada masyarakat Tulungagung yang membutuhkan.

"Kita lanjutkan program yang bagus dari Kapolres terdahulu," terangnya.

Program Safari tempat ibadah, bhakti sosial, safari subuh, kunjungan ke tomas, toga dan juga kepedulian pada daerah rawan bencana terus digalakkan dalam rangka mewujudkan jargon Astuti yang dinilai akan mendukung program Kapolri berupa penerapan program "Promoter" atau profesional, modern, terpercaya.

"Sebagai Kapolres Tulungagung sejak awal saya niati secara ikhlas dan tulus sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Ini semua semata-mata agar masyarakat tetap dalam kondisi aman dan kondusif, kita juga harus mampu menjadi panutan bagi masyarakat," pungkas nya.