Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Ngopi "Astuti" Bersama Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia 1

Dua bulan bertugas, banyak warga kota marmer yang belum secara utuh mengenal seorang pemimpin baru setelah kepergian Kapolres lama AKBP Tofik Sukendar.

Sebagai pengganti, Pria murah senyum AKBP Eva Guna Pandia yang merupakan mantan Kasatlantas Polrestabes Surabaya ini langsung mengambil jargon yang sekarang menjadi pupuler yaitu Astuti (Agunge Sikap Tulung Tinulung).

"Begitu saya dapat sprint saat itu, saya berfikir apa yang tepat untuk saya bawa ke Tulungagung saat memulai bertugas," kata pria yang di nametag bajunya tertulis EG Pandia itu.

Tulungagung menurut Pandia merupakan sumber yang besar dan mempunyai motor luar biasa dengan Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto, untuk itulah Jargon Astuti merupakan pengejawantahan untuk mencapai hal itu.

"Akan saling melengkapi, jika Astuti ini dilaksanakan maka kerjasama antar Intansi dan antar masyarakat bisa terlaksana dengan harmonis. Akhirnya segala macam kendala dapat di atasi secara dini dan menghasilkan penyelesaian (problem solving)," jelas Pandia.

Setelah berjalan beberapa waktu, Kapolres mengungkapkan jika selama ini dirinya memerintahkan pada anggotanya yang menjadi Babinkamtibmas untuk senantiasa hadir ditengah masyarakat.

"Mereka merupakan bagian dari masyarakat itu sendiri, makanya ada cakrukan tiga pilar dan kedepan saya programkan rumah Astuti di setiap desa," tutur Pandia.

Program sholat subuh berjamaah bagi anggota Babinkamtibmas dan wajib silaturahmi ke lima rumah warga setiap hari merupakan realisasi jargon Astuti yang sudah dirasakan hasilnya.

"Dari masyarakat ini semua informasi kita kumpulkan, bahkan kita sampaikan ke Intansi di atasnya apa yang menjadi permasalahan di setiap desa. Bahkan, tunggakan kasus yang selama ini berhasil kita ungkap juga karena kedekatan anggota kita dengan masyarakat," terang Kapolres.

Untuk mencapai tujuan dan motto Tulungagung Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto, EG Pandia mengajak masyarakat memahami dan menjalankan Astuti dengan benar dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Sikap tolong menolong ini untuk melengkapi Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto yang sudah berjalan dengan baik. Ini sangat berkaitan, jadi mari kita menjalankan dengan baik dan pasti nanti hasilnya baik," papar Pandia.

Gagasan Astuti sendiri merupakan buah pemikiran yang telah disesuaikan dengan kultur dan kebutuhan Tulungagung untuk mendorong pemerintahan yang bertujuan mensejahterakan masyarakat.