Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia saat menanyakan asal alkohol untuk miras racikan Dimas  (foto : Joko Pramono/jatim Times)
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia saat menanyakan asal alkohol untuk miras racikan Dimas (foto : Joko Pramono/jatim Times)

Dimas Subangun Prasetyo (23) warga Desa Wajak Lor, Boyolangu harus berurusan dengan pihak berwajib, lantaran aksinya mencampur air dengan alkohol.

Air yang telah dicampur dengan alkohol 90 persen yang biasa digunakan untuk membersihkan luka itu lantas dijual sebagai miras oplosan.

Dimas sendiri telah menjalankan bisnis haramnya sejak 6 bulan lalu. Miras racikanya merupakan campuran dari 3 liter air dan 1 liter alkohol. Selanjutnya miras itu dikemas dalam botol air mineral kemasan 1,5 liter.

"Sehari dia bisa menjual dua hingga tiga botol oplosan," ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, Jum'at (29/11/19) saat release ungkap kasus tersebut.

Satu botol miras oplosan racikanya dijual dengan harga Rp 50 ribu. Satu botol dia mendapat keuntungan hingga Rp 30 ribu rupiah. Pembeli miras oplosan ini biasanya temanya sendiri.

Dimas juga melayani pesanan dengan jumlah besar yang biasanya dipesan ketika ada acara musik atau hiburan. Buktinya, saat diamankan Dimas tengah mengantarkan 36 botol miras oplosan ke pemesan yang terbungkus tiga kardus.

Mirasnya cukup laku di pasaran mengingat miras sulit dicari sebab petugas rutin merazia miras karena peredarannya yang ilegal.

Untuk meracik miras oplosan ini, kata Kapolres, Dimas tdak memggunakan alat khusus dan steril dalam mencampurkan keduanya. Dia hanya menggunakan ember dan gayung. Selanjutnya, jika sudah tercampur baru dikemas dalam botol plastik mineral ukuran 1,5 liter.

"Dia meracik (miras oplosan) di rumahnya sendiri," tegasnya.

Saat disinggung ide pembuatan miras oplosan ini, Kapolres menjelaskan Dimas mendapat ide dari istrinya yang saat ini jadi TKI (tenaga kerja Indonesia), yang diduga mendapat ide itu dari temanya pembuat miras oplosan.

Untuk bahan sendiri, Dimas mengaku membeli alkohol tersebut di Kediri dalam kemasan plastik 1 liter. Polisi masih mendalami asal usul alkohol tersebut, sebab diduga alkohol didapat dari pelaku industri miras oplosan.

"Ya, ini masih kita dalami asal usulnya. Karena, alkohol yang dibeli itu kemasannya plastik. Dan dia bisa beli dengan jumlah banyak dengan bebas," pungkasnya.

Dimas di depan media mengaku selain mengedarkan, juga mengonsumsi oplosan buatannya tersebut. Pihaknya mengaku miras buatannya hanya membuat ketika ada pesanan saja. "Ya, saya juga ikut konsumsi," ucapnya lirih. 

Akibat perbuatannya, Dimas dijerat dengan pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan pasal 62 jo pasal 8 Undang Undang nomer 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.