Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Korupsi merupakan tindak pidana luar biasa, eksistensinya telah menggerogoti setiap sendi pembangunan bangsa ini. 

Bahkan, tak sedikit pejabat negara yang ditangkap lantaran melakukan tindak pidana rasuah ini.

Untuk itu perlu dilakukan penanaman bahaya korupsi sejak dini. 

Seperti yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tulungaung berencana memberikan pendidikan anti korupsi bagi siswa SMP. 

Di Tulungagung sendiri ada sekitar 48 SMP negeri, dan 44 SMP swasta.

untuk langkah awal, diberikan sosisalisaasi bagi guru-guru SMP se Kabupaten Tulungagung yang dilakukan selama 2 hari.

“Sosialisasi tentang pendidikan anti korupsi di satuan pendidikan sesuai dengan perbup nomer 34/2019,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung, Haryo Dewanto, Rabu (9/10/19).

Pendidikan ini membuat siswa untuk jujur dalam segala hal, baik dalam hal materi maupun non materi. 

Bahkan, pengajar tidak boleh menghukum anak yang tidak mengerjakan tugas meski alasanya karena malas, asalkan mengemukakan alasanya secara jujur.

“Integritas anak itu mulai diciptakan mulai sekolah,” terang pria yang akrab disapa Yoyok itu.

Pendidikan anti korupsi sebelumnya telah diberikan melalui kantin kejujuran, namun gagal lantaran kantin selalu merugi.

Pemberian pendidikan anti korupsi disisipkan dalam pelajaran umum seperti matematika, PKN, bahasa Indonesia, IPS, IPA dan pendidikan agama yang akan diberlakukan mulai semester genap depan.

Setiap guru, lanjut Yoyok akan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 

Jika tidak membuatnya, maka akan berimbas pada guru tersebut.

“Jadi guru kalau enggak buat RPP akan dinilai sendiri oleh pengawasnya,” tegas Yoyok.

Saat ini baru setingkat SMP yang diberikan pendidikan ini, selanjutnya akan diberikan di tingkat SD dan PAUD. 

Untuk SD dan PAUD akan mulai diberikan tahun ajaran baru 2020 mendatang, menunggu kesiapan penyelenggara pendidikan.


End of content

No more pages to load