Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)


Editor

A Yahya


Satreskrim Polres Tulungagung telah meminta keterangan 7 orang dalam kasus pembalakan liar kayu Sonokeling di sepanjang ruang milik jalan nasional (Rumija) Tulungagung-Blitar dan Tulungagung-Trenggalek. Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Hendi Septiadi, Senin (7/10/19) malam. “Sekitar 7 orang, modelnya kita wawancara, minta keterangan, turun ke lapangan,” ujar Hendi.

Hasil dari turun ke lapangan beberapa waktu lalu, pihaknya menemukan 50 lebih pohon Sonokeling yang dibalak di wilayah hukum Tulungagung.

Saat disinggung adanya dugaan keterlibatan ASN dalam pembalakan ini, Hendi mengaku belum mengetahuinya, namun segala informasi yang masuk akan ditindaklanjuti olehnya. Secara umum, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Dirinya akan bertindak sesuai dengan prosedur yang ada. “Kita ada sistem hukum, kita punya aturanya,” tegas Hendi.

Sementara itu Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) mengapresiasi langkah Kepolisian Resort Tulungagung, Jawa Timur dalam mengusut jaringan maling di balik kasus pembalakan puluhan kayu sonokeling di sepanjang ruang milik jalan nasional (Rumija) Tulungagung-Blitar dan Tulungagung-Trenggalek.

"Kami tentu mengapresiasi langkah itu, meski kalau boleh dibilang sangat terlambat. Tapi setidaknya, di bawah kepemimpinan Kapolres yang baru, ada komitmen untuk menindaklanjuti dibanding pendahulu sebelumnya," kata Dinamisator JPIK, Moch. Ichwan Mustofa dikonfirmasi melalui telepon, Senin.

Ichwan melanjutkan, selubung kasus pembalakan Sonokeling kini sudah semakin terang. Beberapa bukti dan petunjuk pembalakan berupa foto aktivitas pembalakan sudah ada. Demikian pula dengan identitas terduga pelaku, bukti petunjuk surat-surat kayu yang dipalsukan, maupun saksi-saksi yang bisa dimintai keterangan.

Apalagi, lanjut Ichwan, sebagian besar barang bukti, tersangka dan lainnya saat ini ada dan disimpan aparat Kepolisian Resort Trenggalek karena para pelaku dijerat kasus yang sama untuk "locus delicti" di wilayah hukum Trenggalek. "Kasus ini sebenarnya sangat terang-benderang. Tinggal bagaimana komitmen aparat kepolisian dalam menindaklanjuti kasus ini hingga ke akar-akarnya," kata Ichwan.

Ia berharap pengusutan kasus tersebut tak perlu berlama-lama. Pasalnya, menurut Ichwan, polisi tinggal melakukan gelar perkara dan berkoordinasi dengan jajaran Polres Trenggalek.

Hal ini diperlukan  guna membongkar sindikasi pembalakan sonokeling di wilayah hukum Tulungagung yang diduga juga melibatkan oknum ASN aktif di UPT Dinas Binamarga Jawa Timur di Kediri  berinisial A.N.

"JPIK akan terus suport polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. Sebab kami juga punya data pengiriman ratusan batang kayu sonokeling dari Tulungagung, atas nama pengusaha Blitar, ke wilayah Pasuruan dan Surabaya untuk selanjutnya dikirim ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan ekspor," katanya.


End of content

No more pages to load