Bupati Tulungagng, Maryoto Birowo (berkalung bunga) (foto : Joko Pramono/JatimTimes)

Bupati Tulungagng, Maryoto Birowo (berkalung bunga) (foto : Joko Pramono/JatimTimes)



Pertumbuhan wisata di Tulungagung mengalami trend yang positif.

Terbukti dengan kunjungan wisatawan ke Tulungagung yang terus meningkat setiap tahunnya.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo selepas meresmikan hotel baru di Tulungagung, Sabtu (31/8/19).

“Tahun 2017 jumlah wisatawan ke Tulungagung 967.637, pada tahun 2018 sebanyak 1.233.746 wisatawan,” ujar Maryoto.

Untuk tahun 2019, pihaknya menargetkan lebih dari 1,5 juta wisatawan berkunjung ke Tulungagung.

Berkembangnya wisata di Tulungagung turut pula mendorong berkembanganya sara penunjang pariwisata, seperti agen perjalanan wisata, cinderamata, restoran, pusat kuliner dan bisnis hunian atau hotel.

Saat ini di Tulungagung ada sekitar 22 hotel yang beroperasi. Dari ke 22 hotel tersebut, 2 diantaranya sudah menyandang hotel berbintang.

Keberadaan sarana penunjang pariwisata dan hotel itu turut membuka lapangan kerja di kota marmer ini.

“Pengembangan usaha pariwisata ini akan mampu membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja yang ada, sehingga mengurangi pengangguran,” tutur Maryoto lebih lanjut.

Rencana pengembangan kepariwisataan Tulungagung telah dituangkan dalam Peraturan daerah nomor 2 tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Tulungagung Tahun 2017-2027.

Dalam perda tersebut Pemkab Tulungagung mempunyai visi “Terwujudnya Kepariwisataan Kabupaten Tulungagung Yang Berwawasan Alam Dan Budaya Yang Berkelanjutan Untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat”.

“Pariwisata yang berkembang di Tulungagung lebih banyak ke wisata alam, seperti Pantai Gemah yang mulai menjadi destinasi wisata populer,” terangnya.

Selain usaha pariwisata, iklim investasi juga mulai tumbuh dengan baik. Dari target investasi sebesar Rp 1,6 triliun pada tahun 2019, pada pertengahan tahun sudah terlampaui dengan 1,9 triliun investasi yang masuk ke Kabupaten Tulungagung.

Bahkan beberapa industri sudah mulai melirik Tulungagung untuk menjadi wilayah produksinya. 

Teranyar perusahaan plastik asal Korea Selatan dan perusahaan onderdil kendaraan bermotor asal China berencana berinvestasi di kota Marmer ini.

Diliriknya Tulungagung tak lepas dari pembangunan jalur lintas selatan (JLS) yang menghubungkan wilayah pulau Jawa wilayah selatan.

Selain itu, upah yang murah juga menjadi nilai tambah investor untuk membangun usahanya di Kabupaten yang terletak di pesisir selatan pulau Jawa ini.


End of content

No more pages to load