Quraish Shihab meminta kasus UAS bisa diselesaikan dengan duduk bersama dan saling memaafkan (Ist)

Quraish Shihab meminta kasus UAS bisa diselesaikan dengan duduk bersama dan saling memaafkan (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


Polemik video ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) terus bergulir, setelah dilaporkan dugaan penistaan agama oleh Horas Bangso Batak, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia dan seseorang bernama Sudiarto kepada kepolisian. 

Peristiwa itu juga mengundang berbagai kalangan memberikan pernyataannya. Khususnya terkait sikap UAS yang bergeming tidak akan meminta maaf dan merasa tidak ada yang salah dengan isi ceramahnya itu.

Pro dan kontra pun begitu ramai, baik di dunia nyata maupun dunia maya atas kasus itu. Bahkan, terkait harapan dua belah kubu terhadap UAS untuk tidak minta maaf dan meminta maaf pun terlihat runcing di media sosial. 

Tapi, UAS telah memilih tak minta maaf atas ceramahnya tentang salib. Ia menyebut ceramah itu menjawab pertanyaan peserta pengajian yang hadir serta di tengah komunitas Islam, di dalam masjid, dan membahas kaidah Islam. "Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya mesti meminta maaf," kata UAS yang juga mencontohkan ayat di surat Al Maidah ayat 73. "Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga."

Hal itulah yang kembali membuat polemik. Bahkan, Polri pun yang telah menerima laporan dugaan penistaan agama, pun harus ekstra hati-hati dalam menangani kasus tersebut. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra pun mengatakan, dalam kasus ini kepolisian tidak bisa hanya berlandaskan yuridis saja. "Tapi bagaimana sosiologis kita, perkembangan masyarakat, dan sebagainya," ujarnya yang melanjutkan, kasus ini masih dikaji oleh penyidik.

Terlepas dari ranah hukum di kepolisian, sikap UAS yang bergeming untuk meminta maaf itu, mendapat sorotan dari cendekiawan muslim, Quraish Shihab.

Quraish Shihab menyampaikan, bahwa sikap UAS tersebut baginya merupakan kebalikan yang akan dilakukannya. "Kalau saya, kalaupun saya tidak salah tapi ada orang yang tersinggung, saya akan minta maaf," ucapnya, Jumat (23/08/2019).

Ayah Najwa Shihab ini melanjutkan, tapi setiap orang memang memiliki kepribadian yang berbeda. "Ada yang keras dan ada yang lembut. Ada pula yang bersedia minta maaf dan ada yang tidak bersedia minta maaf," ujarnya.

Dia juga menilai bahwa ceramah UAS yang menjawab pertanyaan jamaah tentang salib telah berlebihan. "Menurut saya  berlebihan. Jangan sampai terulang hal yang sama," imbuhnya.

Harapannya sama dengan MUI yang sempat meminta agar kasus tersebut tidak sampai ke ranah hukum. Quraish mengatakan, jauh lebih baik duduk bersama dengan bijaksana antar pihak yang berselisih. "Perlu duduk bersama dan mencari titik temu. Muslim dengan agama Kristen dan agama apapun, selalu bisa bertemu untuk duduk bersama. Bertemu saling meminta maaf," pungkas Quraish.


End of content

No more pages to load