Kondisi nenek Muntiyah penyandang tunanetra di Jombang saat dirawat oleh salah seorang tetangganya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Kondisi nenek Muntiyah penyandang tunanetra di Jombang saat dirawat oleh salah seorang tetangganya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



Seorang nenek berumur 63 tahun di Jombang hidup sendiri dan berjuang membiayai anak semata wayangnya yang sedang dirawat di rumah sakit karena menderita penyakit kanker. Bagaimana kisahnya?

Awalnya nenek Muntiyah, warga Dusun/Desa Puton, Kecamatan Diwek ini hidup berdua dengan anak semata wayangnya Slamet (22). Anaknya ini lah yang sehari-hari mengurus nenek Muntiyah.

Namun, dalam satu minggu ini, sang anak tidak bisa lagi merawat ibunya lantaran harus dirawat di RSUD Jombang akibat penyakit kanker yang dideritanya. Nenek Muntiyah yang mengalami kebutaan sejak 14 tahun yang lalu itu, harus hidup sendiri dan berjuang mencari uang demi membiayai anak semata wayangnya.

Untuk pengobatan anaknya, nenek Muntiyah sehari-hari membuka jasa pijat urat di kediamannya yang cukup kecil. Dari jasa memijat itu, nenek Muntiyah hanya mendapatkan Rp 20 ribu untuk sekali pijat. Untuk sehari, ia hanya bisa memijat 1-2 orang, terkadang juga tidak sama sekali.

"Saya kerjanya itu cuman pijat. Orang pijat itu ya bayar Rp 20 ribu kadang ya Rp 10 ribu ya saya kumpulkan untuk biaya berobat anak saya. Tapi kadang ada orang yang kasih beras untuk makan saya," terangnya saat ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (23/8) sore.

Nenek Muntiyah mengatakan, selama ini ia tidak pernah memperoleh bantuan apapun dari pemerintah. Meski ia telah menerima Kartu Keluarga Sejahtera, namun ia tidak pernah atau merasakan bantuan tersebut.

Saat ditemui di kediamannya, ia menunjukkan beberapa kartu bantuan sosial seperti Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Namun kartu-kartu tersebut tak bisa membantunya untuk biaya pengobatan anaknya.

"Tidak, tidak pernah ada bantuan. Anak saya sakit sampai di Surabaya tidak pernah ada bantuan. Saya tidak bohong, saya tidak pernah dapat bantuan," tegasnya.

Sementara, selama ditinggal sang anak, nenek Muntiyah ini dirawat oleh para tetangganya secara bergantian. Terkadang para tetangga juga mengirim makanan untuk nenek Muntiyah pada saat pagi, siang dan malam.

"Biasanya ya hidup berdua sama anak. Saat ini anaknya sakit kanker dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Terpisah, Ketua RT 04 RW 02 Desa Puton Pa'i menerangkan, bahwa sehari-hari warganya secara bergantian merawat nenek Muntiyah. Beberapa warga juga secara bergantian menjaga anak Muntiyah yang saat ini dirawat di RSUD Jombang.

Dikatakan Pa'i, dirinya sudah pernah mengupayakan bantuan ke pemerintah desa setempat. Namun upayanya tersebut hingga kini belum menuai hasil.

Untuk sementara, lanjutnya, keluarga nenek Muntiyah membutuhkan uluran tangan dari semua pihak yang peduli akan kondisi nenek tersebut.

"Pihak desa sudah mengetahui kondisinya, tapi tidak dikasih apa-apa. Sudah kami laporkan juga ke dinas tapi belum dikasih apa-apa juga," pungkasnya.(*)

 


End of content

No more pages to load