Ketua KPU Tulungagung Mustofa (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Ketua KPU Tulungagung Mustofa (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Ketua DPRD Tulungagung Supriyono yang telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemungkinan besar akan tetap dilantik menjadi anggota dewan periode 2019-2024 pada Sabtu (24/8/19) mendatang. Meski tidak secara gamblang, Ketua KPU Tulungagung, Mustofa mengisyaratkan hal itu.

“Di dalam PKPU, kami  hanya mengusulkan. Keputusan sudah di luar kewenangan kami,” ujar Mustofa.

Sebagai lembaga formal, KPU sudah mengirimkan permohonan penundaan pelantikan Supriyono kepada Pemprov Jatim. Pengusulan penundaan ini sudah sesuai dengan PKPU 5 Tahun 2019.

Namun, pemprov menggunakan dalil PP 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah untuk mematahkan dalil KPU di PKPU 5/2019.

Untuk memperkuat dalilnya, KPU meminta salinan penetapan tersangka atas nama Supriyono ke KPK. Namun hingga saat ini balasan tertulis dari KPK belum didapatkan. “Belum kami dapatkan,” ucap Mustofa.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Supriyono sebagai tersangka karena diduga menerima suap dari Bupati Tulungagung nonaktif Syahri Mulyo terkait pengadaan barang dan jasa pada 2018.

Supriyono diduga telah menerima uang sebesar Rp 4.880.000.000 periode 2015-2018 dari bupati Tulungagung periode 2013-2018 terkait dengan pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

KPK menyangka Supriyono melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi no Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Dalam pemilihan anggota legislatif di Pileg 2019 lalu, Supriyono berhasil meraup suara lebih dari 10 ribu. Jumlah itu lebih tinggi daripada caleg lainnya.

 


End of content

No more pages to load