Pasokan air PDAM masih normal meski sumber airnya menyusut. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Pasokan air PDAM masih normal meski sumber airnya menyusut. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Musim kemarau sejak Mei lalu membuat beberapa sumber air PDAM menyusut. Akibatnya, PDAM Tulungagung harus mengaktifkan lagi pompa Plosokandang yang telah lama tidak digunakan. Tujuannya agar pasokan air bersih ke 16 ribu pelanggan PDAM tidak terganggu akibat keringnya sumber air di Pagerwojo.

“Karena kita masih punya cadangan di pompa Plosokandang dan kita operasionalkan lagi,” ujar PJ Direktur PDAM Tulungagung Windu Bijantara, Rabu (21/8/19).

Pengoperasian pompa ini dilakukan saat beban puncak, yaitu pukul 04.00-07.00 dan  16.00-19.00. Selebihnya pompa dimatikan lantaran beban tidak terlalu besar. 

Meski begitu, dengan pengaktifan pompa Pllosokandang ini, PDAM harus menambah anggaran operasional hingga 7 juta rupiah per bulan untuk biaya listrik.bPengoperasian pompa Llosokandang akan terus dilakukan hingga kemarau berlangsung atau hingga sekitar bulan November mendatang.

Penyusutan di mata air Pagerwojo dan Gambiran saat ini dianggap masih dalam batas wajar dan masih mampu untuk menyuplai kebutuhan air pelanggan PDAM, meski dibantu pompa Plosokandang. “Memang sudah terjadi penyusutan sumber air. Level kita sekitar 115 cm, saat ini tinggal 85,” terang Windu.

Sumber air dianggap kritis jika level air sudah menyentuh ketinggian 30-40 cm. Namun hal itu belum pernah terjadi.

PDAM menjamin pasokan air masih aman hingga akhir tahun ini. Namun jika kemarau berkepanjangan hingga bulan depan, PDAM khawatir pasokan air akan terganggu. “Kalau melampaui tahun depan, saya nggak berani berandai-andai,” kata Windu.

Saat disinggung tentang pasokan air secara bergiliran ke pelanggan, Windu berharap tidak terjadi. Hingga saat ini belum ada keluhan pelanggan tentang kurangnya pasokan air PDAM. “Nggak ada. Masih bisa kita atasi,” ucap  Windu.


End of content

No more pages to load