Petugas saat memberikan pemahaman kepada pemilik penukaran uang. (ist)

Petugas saat memberikan pemahaman kepada pemilik penukaran uang. (ist)



Belasan tempat penukaran uang asing (money changer) atau kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) di Tulungagung disegel tim gabungan dari Unit Pidana Khusus (Pidsus) Polres Tulungagung dan Bank Indonesia (BI) perwakilan Kediri di wilayah Tulungagung (20/8/19).

“Dari 24 titik yang disasar, hanya 9 yang memiliki izin, 2 masih proses pengurusan, dan 13 belum berizin,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Paur Subag Humas Bripka Endro Purnomo. Penyegelan dilakukan lantaran 13 KUPVA BB itu belum mengantongi izin dari BI.

Setelah dilakukan penyegelan oleh BI, KUPVA BB  harus menurunkan atribut yang menunjukkan layanan penukaran valuta asing serta menghentikan kegiatan penukaran mata uang asing. “Mereka baru diperbolehkan membuka usahanya setelah mengurus perizinan,” ujar Endro.

Pengelola juga diberi  pemahaman oleh petugas BI bahwa penyegelan ini bertujuan untuk menghindari tindak pidana penipuan kurs terhadap masyarakat seperti yang ditetapkan oleh BI. Yang terpenting untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan penukaran uang asing untuk pendanaan terorisme dan pencucian uang. “Yang tak kalah pentingnya yakni untuk menghindari beredarnya uang palsu serta dan kejahatan lainnya,” imbuhnya.

Endro menambahkan, pihak BI juga mengharapkan agar 13 pengelola untuk segera mengajukan izin kepada Kantor Perwakilan BI Kediri. “Kami sampaikan juga kepada pengelola lain yang masih belum berizin namun belum terazia untuk segera mengurus izinnya,” pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load