Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



Pasca-bentrokan yang melibatkan sekelompok mahasiswa Papua dan warga Kota Malang pada Kamis 15 Agustus lalu, sejumlah rektor perguruan tinggi di Kota Malang melakukan pertemuan tertutup dengan Wali Kota Malang Sutiaji.

Pertemuan tersebut salah satunya bertujuan mengantisipasi munculnya tindakan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua yang ada di Kota Malang. "Kami identifikasi dari pertemuan dengan rektor-rektor perguruan tinggi kemarin (Selasa, 20/8). Saya mengidentifikasinya sambil jalan. Tapi kemarin hanya database yang belum final. Itu kurang lebih ada 1.100-an mahasiswa Papua di Malang ini," ujar Sutiaji saat ditemui usai menghadiri sosialisasi gratifikasi ASN Pemkot Malang, Rabu (21/8).

Dari kejadian tersebut, mahasiswa yang ikut terlibat  bentrokan di kawasan Kayutangan Kota Malang ini akan diberi pembinaan. Pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan, pembinaan sepenuhnya diserahkan kepada perguruan tinggi masing-masing.

"Karena yang mengerti karakter mereka (mahasiswa asal Papua) itu ya dari perguruan tinggi. Maka kami serahkan sepenuhnya untuk pembinaannya. Teman-teman Papua itu asalnya mana saja itu kita juga tidak tahu. Yang ngerti juga masing-masing perguruan tinggi sendiri," imbuhnya. 

Dari pertemuan awal, memang baru ada 22 perguruan tinggi yang memenuhi undangan. Dalam kesempatan itu, pria yang juga politisi Demokrat ini mengajak masing-masing perguruan tinggi untuk saling bersinergi menciptakan suasana kondusif bagi Kota Malang. "Intinya kita mengajak bersama-sama bagaimana Kota Malang itu terus kondusif," pungkas Sutiaji.


End of content

No more pages to load