Mengenakan baju warna ungu dan mengenakan rumbai Papua, Yenny Wahid  dengan didampingi para mahasiswa Papua menggelar doa bersama di pusara makam Gus Dur. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Mengenakan baju warna ungu dan mengenakan rumbai Papua, Yenny Wahid dengan didampingi para mahasiswa Papua menggelar doa bersama di pusara makam Gus Dur. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)



 Zannuba Arrifah Chafsoh atau Yenny Wahid mengajak mahasiswa Papua di Jatim berziarah ke makam Presiden  ke-4  RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rabu (21/8). Kegiatan tersebut bertujuan untuk meneladani sosok Gus Dur terkait kedekatannya dengan masyarakat Papua.

Kedatangan putri Gus Dur beserta rombongan mahasiswa Papua di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, sekitar pukul 10.00 WIB, itu disambut oleh pengurus PP Tebuireng KH Lukman Hakim. Yenny yang mengenakan ikat kepala rumbai khas masyarakat Papua terlihat kompak bergandengan tangan sembari menyanyikan lagu Indonesia Raya. Itu dilakukan di depan gerbang makam keluarga PP Tebuireng sebelum melakukan doa bersama di pusara makam Gus Dur.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Yenny bersama rombongan mahasiswa Papua duduk melingkari pusara makam cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy'ari itu.

Doa yang dipimpin oleh salah seorang pengurus PP Tebuireng itu tampak khidmat. Doa di pusara makam Gus Dur ini dilakukan secara bergantian. Pertama dilakukan dengan cara agama Islam dan selanjutnya dengan cara Nasrani yang dipimpin oleh Ketua Badan Kerja sama Gereja-Gereja (BKSG) Jombang Pendeta Heri Susanto.

Yenny Wahid menerangkan, acara itu bertujuan untuk meneladani sosok Gus Dur yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Papua.

Kedekatan sosok Gus Dur dengan masyarakat Papua ini, kata Yenny, sudah terjalin sejak lama. Kedekatan itu terjalin ketika Gus Dur memperjuangkan hak masyarakat Papua untuk mendapatkan hak konstitusi yang sama di hadapan undang-undang. Bahkan, Gus Dur yang mengubah nama Irian menjadi Papua, sesuai aspirasi masyarakat Papua.

"Kedekatan Gus Dur dengan warga Papua itu haruslah kita jaga terus, haruslah kita pelihara bersama sebagai semangat yang menyatukan kita semua," ujar Yenny saat diwawancarai di lokasi makam Gus Dur.

Selain itu, Yenny  berpesan kepada masyarakat Papua di Bumi Cenderawasih untuk tetap menjaga persatuan bangsa. Sosok Gus Dur dinilai Yenny bisa mengembalikan spirit untuk merajut tali persatuan pasca-insiden beberapa hari lalu yang melibatkan mahasiswa Papua di wilayah Jawa Timur.

"Jadi, makna kunjungan ke makam Gus Dur ini adalah untuk mengingatkan kembali hubungan emosional itu tetap ada, ikatan kekeluargaan itu tetap ada. Dan kita semua berada bersama warga Papua, kita semua warga Indonesia disatukan oleh keinginan memajukan bangsa kita," tandasnya.

Sementara, salah seorang mahasiswa Papua, Natalia Masuke (21), berharap agar ke depan sudah tidak ada lagi kerusuhan yang melibatkan masyarakat Papua. Ia juga berterima kasih kepada pemerintah atas perlindungannya terhadap para pelajar yang ada di tanah Jawa.

"Harapan kami dari anak-anak Papua yang di Jawa agar kita punya masyarakat yang di Papua bisa baik-baik. Kita bisa berdamai lagi karena itu hanya salah paham," pungkasnya.

 


End of content

No more pages to load