Kalapas Tulungagung, Erry Taruna (baju hijau) saat memusnahkan puluhan HP di nhadapan warga binaan dengan cara dibakar (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)

Kalapas Tulungagung, Erry Taruna (baju hijau) saat memusnahkan puluhan HP di nhadapan warga binaan dengan cara dibakar (foto : Joko Pramono/ Jatim Times)



Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB TUlungagung, Erry Taruna menduga ada anak buiahnya yang menjadi penghianat, dengan membantu menyelundupkan alat komunikasi berupa HP pad warga binaan. 

Hal itu dikatakan oleh Erry saat memusnahkan puluhan HP sitaan dari warga binaan, Sabtu (17/8/19) pagi.

Pasalnya tidak mungkin HP itu bisa masuk atau dimiliki oleh warga binaan tanpa bantuan pegawai lapas. 

Karena pihaknya telah melakukan pencegahan dengan menggeledah setiap pengunjung yang masuk ke Lapas.

“Kemungkinan juga ada penghianat dalam tubuh kita sendiri (Lapas Tulungagung), saya tidak mengatakan pegawai kita bersih semua,” ujar Erry Taruna.

Dari operasi yang dilakukan dalam Lapas yang dipimpinya di temukan berbagai benda yang dilarang untuk dimiliki oleh warga binaan. Mulai dari obat psikotropika berupa dobel L dan HP.

Untuk HP jumlahnya mencapai puluhan. HP biasanya ditemukan dalam kamar warga binaan.

“Ada penghianat dari pegawai kita sendiri, dan operasi ini jadi (pengungkap) penghianatnya,”tegas Erry.

Untuk dobel L biasanya dilempar dari luar. Obat ini turut dimusnahkan bersama puluhan HP yang disita dengan cara dibakar di hadapan warga bbinaan selepas pelaksanaan upacara HUT RI ke 74 di Lapas Tulungagung.

"Agar mereka tahu kalau enggak boleh bawa barang-barang tersebut," tutur Erry.

Meski melarang warga binaan memiliki alat komunikasi dalam Lapas, pihaknya menyediakan warung telepon (wartel) bagi warga binaan di blok pria maupun wanita.

“Meskipun kita mencegah HP, kita sediakan fasilitas lainya yang resmi (berupa) wartel dan itu pengawasan petugas,” tandas Erry.


End of content

No more pages to load