Juremi ditangkap setelah bersembunyi di pinggir Sungai Brantas, Desa Pinggirsari, Tulungagung./ Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Juremi ditangkap setelah bersembunyi di pinggir Sungai Brantas, Desa Pinggirsari, Tulungagung./ Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

Pesta pernikahan di rumah Sumadi, warga RT 1 RW 4 Dusun/Desa Pinggirsari , Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, berakhir kacau. Pasalnya, seorang pria bernama Juremi (66), warga Dusun Jumputan RT 001 RW 003 Desa Pinggirsari, mengamuk di lokasi pernikahan dengan sebilah sabit .

Juremi membacok  beberapa tamu. Ada tiga orang yang  terkena sabetan sabit oleh pelaku Juremi. 

"Telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam berupa sabit," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo, Kamis (16/08) malam  pukul 23.53 WIB.

Korban yang mengalami luka bacok di antaranya adalah Suhanto (60), warga Dusun/Desa Pinggirsari RT 001 RW 003. Dia mengalami luka bacok di kepala sebelah kanan kiri dan telapak tangan kanan.

Korban lain adalah Henik Nuryanti (42). Dia mengalami luka robek pada telapak tangan kiri dan kepala sebelah kanan.  Sedangkan korban Legistio Sulung Wega Kusuma (19) mengalami luka robek di pipi sebelah kanan dan dagu sebelah kiri. "Ketiga korban luka akibat terkena sabetan benda tajam," tambah Widodo.

Kejadian bermula saat para korban mendatangi hajatan pernikahan di rumah Sumadi. Tiba-tiba datang pelaku Juremi yang lalu melakukan pembacokan menggunakan sabit. Senjata tajam itu mengenai kepala Suhanto secara bertubi-tubi.

Melihat peristiwa itu, Henik  berusaha melerai dengan menghalangi Juremi. Tetapi Henik juga ikut terkena sabetan benda tajam.

Wega juga berusaha memisah. Namun ternyata Juremi juga membacok Wega. "Saat ini para korban sudah dibawa ke RS dr Iskak dan sudah mendapat perawatan medis," jelas Widodo.

Setelah melakukan aksinya, Juremi melarikan diri dari amukan massa yang memadati area hajatan. Pihak kepolisian bersama warga melakukan pencarian. Setelah dua jam menyusuri tiap jalan desa dan pinggiran sungai, akhirnya Juremi berhasil diringkus. 

"Tersangka telah tertangkap setelah dilakukan pencarian selama dua jam oleh anggota Polsek Ngantru yang dibantu warga. Pelaku lari dan bersembunyi di pinggir Sungai Brantas, masuk Desa Pinggirsari yang berada selatan di lapangan," ungkap kapolsek.

Keterangan sementara yang diperoleh dari Juremi, dirinya masih ada hubungan keluarga dengan korban Suhanto, yaitu adik ipar. "Untuk motif sementara yang berkembang dan keterangan dari pelaku, karena pelaku merasa dendam terhadap Suhanto. Pelaku merasa benci karena pelaku meminta uang kepada korban, tetapi tidak diberi. Akhirnya pelaku menjadi kalap," beber Widodo.

Selain itu, Juremi mengaku benci kepada Suhanto karena habis menjual tanah, dirinya tidak diberi bagian dari hasil penjualan tersebut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah sabit berlumuran darah. Juga kopiah yang merupakan milik Juremi.