Didemo Warga, Makam Suryat Akhirnya Dipindah

Petugas dibantu warga membongkar dan memindahkan makam Suryat Suyono setelah didemo warga sekitar. ( foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Petugas dibantu warga membongkar dan memindahkan makam Suryat Suyono setelah didemo warga sekitar. ( foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Makam Suryat Suyono di Padepokan Puthuk Watu Gedhek, Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, yang dipermasalahkan warga setempat, akhirnya dipindah (15/8/19).

Pemindahan makam itu mendapat pengawalan ketat dari polisi, TNI,  dan satpol PP. Pemindahan makam ini juga menjadi tontonan warga setempat.

Sebelum digali, makam Suryat  diberi tabir kain kelambu untuk menutup pandangan warga. Meski demikian, tidak surut minat warga melihat pembongkaran makam itu.

Mereka berdiri di atas tebing yang ada di belakang musala. Ada pula yang memanjat pohon agar bisa melihat lebih jelas.

Setelah menggali sekitar 15 menit, jenazah Suryat berhasil diangkat. Jenazah dimasukkan dalam peti mati yang sudah disiapkan.

Selanjutnya jenazah dibawa ke wilayah Kecamatan Sumbergempol untuk dimakamkan kembali dengan menggunakan ambulans.

Usai ambulans berangkat membawa jenazah berlalu, warga pun berduyun-duyun meninggalkan lokasi. Teriakan-teriakan bernada provokasi pun hilang. Suasana kembali sepi.

Kapolsek Campurdarat AKP Maga Fidri Isdiawan berharap, kehidupan warga bisa kembali tenang serta tidak ada gesekan dengan pihak pondok. "Tuntutan warga sudah dilaksanakan. Setelah ini, diharapkan semua kembali hidup damai," ucap dia.

Menurut  Maga, sebelumnya jenazah Suryat rencananya akan dipindah ke Tempat Pemakaman aumum (TPU) Desa Pelem. Namun, atas kemauan keluarga, jenazah dipindah ke Kecamatan Sumbergempol. "Pindah dari TPU Pelem ke Sumbergempol atas kemauan keluarga sendiri, bukan karena tuntutan warga," sambung Maga.

Sebelumnya ratusan warga menuntut makam Suryat, yang dimakamkan sejak Selasa (6/8/2019), dipindah. Warga beralasan Suryat bukan warga Pelem dan pihak pondok tidak pernah berkomunikasi dengan warga terkait pemakaman tersebut. Selain itu, warga keberatan ada makam yang bukan di TPU, apalagi di dekat permukiman.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top