Geger di Jateng, Puluhan Emak-Emak di Tulungagung Juga Jadi Korban Penipuan Investasi Oven Jamu

Para mitra yang menggeruduk perusahaan di Jawa Tengah / Foto : Solopos / Tulungagung TIMES
Para mitra yang menggeruduk perusahaan di Jawa Tengah / Foto : Solopos / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – TULUNGAGUNG TIMES - Puluhan emak-emak yang merupakan warga dusun Karanglo Desa Betak Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung, menjadi korban PT Krisna Alam Sejahtera di RT 001/RW 004, Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Sebelumnya dikabarkan perusahaan tersebut digeruduk ribuan mitranya.

Para emak-emak itu adalah mitra (nasabah) yang ada di Tulungagung. Mereka juga berinvestasi di PT Krisna Alam Sejahtera. Mereka merasa tertipu oleh perusahaan tersebut. "Di Karanglo ini kan ada yang nikah dapat orang Jawa Tengah, kemudian membawa bisnis ini. Banyak orang yang kepincut, saya juga hampir saja transfer, tapi beberapa hari lalu tiba-tiba di televisi ada kabar jika bisnis itu digeruduk mitrannya," kata Tin (initial) memberikan informasinya.

Karena kaget, beberapa emak-emak yang sudah terlanjur transfer merasa shok. Bahkan satu di antaranya linglung dan berniat bunuh diri. "Modus penipuannya, suruh beli mesin oven katanya buat ngoven obat herbal terus satu bulan bisa menghasilkan Rp 20 juta itu iming-imjngnya," ungkap Tin.

Teman dan tetangga Tin, ada yang telah transfer uang sebesar Rp 32 juta bahkan ada yang sampai Rp 80 juta.
"Awalnya disuruh beli mesin oven obat herbal satu mesin harga Rp 16 juta lalu penghasilanya katanya satu minggu bisa Rp 2 juta, di Karanglo sini ada sekitar 20 orang yang kena," paparnya.

Karena tergiur, beberapa orang meminjam uang di bank dan ada yang menjual tanah. Namun begitu ramai di kantor pusat di Jawa Tengah bos perusahaan ditangkap, para emak-emak mengaku sudah lapor ke ketua RT dan dilanjutkan ke kepala desa.

"Iya benar, memang ada yang kena tapi ini masih kita data berapa orang yang kena, hingga hari ini belum ada yang lapor (ke polisi)," kata Catur Subagyo, kepala desa yang baru saja terpilih periode kedua, Minggu (14/07) siang.


Sementara itu Kapolsek Kalidawir, AKP Sugiharjo saat dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi dan laporan terkait adanya puluhan orang yang menjadi korban di wilayahnya. Namun demikian, Kapolsek menegaskan jika memang ada korban dan dirugikan atas kejadian tersebut, pihaknya meminta korban atau masyarakat untuk melapor 
"Sejauh ini memang belum ada laporan yang masuk, namun jika memang ada korban yang dirugikan atas penipuan dengan modus investasi itu kami sarankan untuk lapor agar dapat ditindaklajuti proses hukumnya," terang Sugiharjo

Modus yang dilakukan usaha ini terkuak setelah di eruduk mitranya pada Jumat (12/07) kemarin. Untuk satu paket investasi, mitra usaha harus mendaftar dengan menyerahkan modal senilai Rp 16 juta. Dari modal itu, seorang mitra akan mendapatkan satu mesin oven yang berfungsi sebagai pengering serbuk jamu. Proses produksi jamu dilakukan di rumah mitra yang telah membayar uang.

Sistem pengerjaan yang dijanjikan, para mitra ini mengambil serbuk jamu di kantor. Setelah itu serbuk jamu dibawa pulang dan dikeringkan menggunakan oven. Dalam enam hari, serbuk jamu yang sudah melalui proses pengeringan selanjutnya diserahkan ke kantor. Mereka kemudian mendapat bayaran.

Kalau investasi Rp 8 juta dapat bayaran Rp 1 juta. Kemudian kelihatannya yaitu Rp 16 juta dapat bayaran Rp 2 juta dan yangRp 24 juta dijanjikan bayaran Rp 3 juta dan diberikan enam hari sekali.

Para mitra datang meminta kejelasan dari PT Krisna Alam Sejahtera atas perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Namun dalam pertemuan itu justru buntu dan ribuan mitra yang merasa menjadi korban akhirnya sepakat untuk berkumpul dan melapor ke polisi.

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top