Kasat Reskrim Polres Tulungagung,  AKP Hendro Tri Wahyono (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Satreskrim Polres Tulungagung membenarkan ada beberapa kejadian dugaan money politik di 3 desa di Tulungagung, H-2 pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang digelar Selasa (9/7/19) besok.

Namun dugaan money politik itu diselesaikan secara kekeluargaan ditingkat desa.

“Kemarin memang ada beberapa yang dilaporkan masyarakat, tapi penyelesaianya  di tingkat panitia di desa,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono, Senin (8/7/19).

Hendro melanjutkan, 3 desa yang terjadi penangkapan pelaku money politik diantaranya, desa Besuki Kecamatan Besuki, Desa Blimbing Kecamatan Rejotangan, dan Desa Mulyosari Kecamatan Pagerwojo, kemarin sempat terjadi dugaan money politik.

AKP Hendro mengaku, kalau kasus dugaan money politik ini tidak dilaporkan ke Polisi, pihaknya tidak bisa memproses hukum oknum yang melakukan tindakan itu.

“Karena tidak ada laporan diselesaikan masyarakat, kita mengikuti suoaya kondusif saja,” lanjutnya.

Namun jika memang terjadi money politik dan dilaporkan ke pihak berwajib, maka dipastikan pihaknya akan menjerat oknum yang melakukan money politik dengan pasal 149 KUHP dengan ancaman 9 bulan penjara.

“Jangan sampai ada money politik karena melanggar pasal 149 KUHP, pemberi dan penerima bisa dijerat,” katanya dengan tegas.

Dari ke 3 lokasi itu, pihaknya mengamankan sejumlah amplop yang berisi uang yang diduga digunakan untuk money politik.

“Uang 400 ribu, 300 ribu, tapi diselesaikan dengan kekeluargaan di panitia desa,” terangnya.

AKP Hendro tidak bisa memperkirakan desa mana saja yang rawan money politik karena seluruh desa yang menggelar pilkades berpotensi terjadi money politik.


End of content

No more pages to load