Berharga Miliaran Rupiah, Ini Tiga Senapan Termahal di Dunia serta Kisah Miris di Dalamnya

Senapan-senapan termahal di dunia yang memiliki kisah kelam di dalamnya (Ist)
Senapan-senapan termahal di dunia yang memiliki kisah kelam di dalamnya (Ist)

TULUNGAGUNGTIMES, MALANG – Senjata terus berevolusi dan mencari bentuk paling praktisnya. Baik dari sisi fungsi sampai bentuk senjata itu sendiri. 

Tapi, dalam hukum dagang tidak semua hal tersebut berlaku. 

Banyak orang mencari dan membeli senjata walau harganya selangit dikarenakan sejarahnya.

Dari berbagai senjata yang membuat orang bengong dikarenakan harganya selangit, ada tiga yang patut diketahui. 

Dikarenakan untuk satu senapan saja orang rela merogoh uang miliaran rupiah.

Senjata apa sajakah yang harganya akan membuat kita tercengang itu?

1. Revolver 7 mm Lefaucheux

Senjata berupa pistol berjenis revolver 7 mm Lefaucheux ini merupakan salah satu senjata termahal di dunia. 

Bukan karena kehebatannya memuntahkan peluru, orang rela merogoh kocek sampai Rp 2,6 miliar untuk memilikinya.

Disebut sebagai senjata paling terkenal dalam sejarah seni, pistol yang diprediksi hanya laku Rp 936 juta oleh rumah lelang AuctionArt di Paris, ternyata mampu melesat tinggi dari ekspektasi awal. 

Terjual dengan harga Rp 2,6 miliar, pistol ini menjadi mahal karena sejarahnya yang kelam.

Dimana, melalui pistol inilah seorang seniman besar dunia yaitu Vincent Van Gogh mengakhiri (diakhiri ?) hidupnya, 1890.

Van Gogh bunuh diri (?) dengan cara menembakkan peluru dari pistol yang kini menjadi salah satu yang termahal di dunia. 

Cerita kelam di balik pistol ini pun terasa tidak ada habisnya menjadi bahan perbincangan masyarakat dunia selama ratusan tahun.

Pihak rumah lelang AuctionArt di Paris, Perancis, mempertegas sejarah pistol yang merenggut nyawa pelukis yang nama dan karyanya masih dijadika kiblat lukisan dunia. 

"Ini ditemukan di mana Van Gogh tewas. Kalibernya sama dengan peluru yang ditemukan di tubuh sang seniman sebagaimana yang digambarkan oleh dokter saat itu. Studi-studi sains menunjukan bahwa pistol tersebut tetap berada di permukaan tanah sejak 1890-an," ungkap AuctionArt seperti dilaporkan CNN.

2. Senapan Winchester 1886

Senapa Winchester 1886 besutan Winchester Repeating Arms Company, Amerika Serikat, adalah salah satu senjata populer dalam berbagai pertempuran. 

Setelah mengalami berbagai modifikasi dan jenisnya. 

Misalnya senapan Winchester M-70 yang dibuat tahun 1900-an dan dipakai oleh para sniper di berbagai pertempuran, tak terkecuali dipakai di dalam operasi Seroja di Timor Leste.

Tapi, Winchester 1886 inilah yang membuat para kolektor senapan memburunya dan rela mengeluarkan uang sampai Rp 1,03 miliar untuk memilikinya. 

Kembali, sejarah-lah yang membuat senapan ini dihargai sangat mahal. 

Tapi, dibalik kepopuleran senjata Winchester terdapat kisah miris yang dialami oleh keluarga pemilik pabrik senjata ini. 

Mary Jo Ignoffo dalam The Captive of the Labyrinth: Sarah L. Winchester, Heiress to the Rifle Fortune, menuliskan kisah keluarga Winchester.

Bahkan, kisah tersebut juga dijadikan sebuah film berjudul Winchester oleh The Spierig Brothers yang dibuat berdasarkan kejadian sebenarnya.

Dikisahkan, William Wirt Winchester, putra semata wayang Oliver Winchester, pemilik pabrik senjata Winchester Repeating Arms Company, menikahi perempuan bernama Sarah, 1862.

Perempuan tercantik dan memiliki kepintaran tinggi di zamannya. 

Tapi, kehidupan keluarga Winchester serupa dinaungi kutukan. 1866, anak pasangan Winchester dan Sarah meninggal dunia. 

Tak lama kemudian Winchester pun meninggal pada Maret 1881. Sebelumnya sang ayah Oliver Winchester terlebih dahulu meninggal tahun 1880.

Adam Coons, paranormal asal Boston, menyatakan bahwa keluarga Winchester dikutuk roh-roh dari sejumlah korban yang tewas oleh letusan senapan-senapan Winchester. 

Untuk lepas dari kutukan itu, Sarah pun mengikuti pesan sang paranormal. Yakni, membangun rumah selama 24 jam, tujuh hari seminggu, 365 hari setahun hingga 38 tahun berikutnya. 

Nonstop, tanpa berhenti, jika berhenti membangun rumah, dia pun akan mati dikarenakan sosok-sosok korban akan terus menterornya.

3. Senapan Holland & Holland Royal Deluxe

Senapan Holland & Holland Royal Deluxe, mungkin yang diburu para kolektor dengan harga tertinggi di dunia. 

Selain mengejar sejarah seperti dua senapan lainnya, para kolektor juga memburu kualitas dan keakuratan tembakan yang dimiliki senapan ini.

Tak ayal Senapan Holland & Holland Royal Deluxe bisa mencapai harga Rp 2,9 miliar. 

Holland & Holland didirikan oleh Harris Holland (1806–1896) pada tahun 1835. 

Popularitasnya dimulai sejak tahun 1883, dimana senapan yang awalnya untuk berburu ini memenangkan semua kategori dalam lomba senapan yang digelar oleh majalah The Field.

Senapan ini menjadi salah satu yang sangat berpengaruh dalam pembuatan senjata di seluruh dunia.

Uniknya, perusahaan Holand &Holand di tahun 1989, jatuh pada group kosmetik Perancis Chanel. 

Seluruh sahamnya menjadi milik perusahaan kosmetik tersebut. 

Di tangan perusahaan kosmetik inilah revolusi senapan Holland & Holland semakin meroket.

Senjata seperti Royal Over & Under atau senapan laras ganda berdampingan ditingkatkan dan diperkenalkan kembali. 

Tentunya tidak mudah mendapatkan senapan ini. Selain harga fantastis, para kolektor senapan pun harus rela antri dengan masa tunggu 2-3 tahun antara pemesanan dan pengiriman.

Pewarta : Dede Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top