Satu Dasawarsa Sudah Menunggu, Mayoritas Warga Di Desa Ini Tak Pernah Nikmati Bantuan Kompor Gas

Kompor, Regulator dan Tabung gas tiga kilo bersubsidi yang tak pernah dinikmati Warga di desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
Kompor, Regulator dan Tabung gas tiga kilo bersubsidi yang tak pernah dinikmati Warga di desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Meski telah berlalu lebih dari satu dasawarsa lalu, mayoritas warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol hingga kini tidak pernah merasakan fasilitas kompor gas gratis dari pemerintah. 

Padahal saat itu, konversi minyak tanah ke gas elpiji dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. 

"Untuk desa kami mayoritas warga tak pernah menerima dan menikmati kompor bantuan dari pemerintah," kata Abas (42), nama samaran seorang warga.

Lanjut Abas, pembagian kompor gas lengkap dengan tabung 3 kilogram, selang dan regulator ini dilakukan tahun 2008 ke desanya Jabalsari, namun dari tiga dusun yang ada hanya satu dusun yang mendapatkan.

"Dusun Gondangsari mendapatkan semua. Tapi Dusun Ngelo dan Jabalan tidak menerima," ungkap Abas, Senin (17/6) siang dirumahnya

Pembagian di dusun Gondangsari saat itu ada sisa paket dan di salurkan ke salah satu RT di dusun Jabalan.

Karena tak pernah mendapat kompor, regulator dan tabung gas seperti warga lain, saat itu warga di dua dusun sempat protes.

"Karena tidak ada pembagian kompor lagi. Warga dusun lain kan seperti diperlakukan beda, sempat protes tapi tak pernah ada kejelasan," sambung Abas.

Merasa sudah tak ada jalan, mayoritas keluarga yang tidak mendapatkan pembagian terpaksa harus membeli secara mandiri lantaran saat itu secara perlahan minyak tanah mulai dihapus dari peredaran.

"Harganya jauh lebih mahal, sementara menggunakan kayu bakar terus menerus juga kesulitan mendapatkannya dan harganya jika dihitung lebih mahal," paparnya.

Tak hanya protes pada pemerintahan desa dan ke dinas terkait, saat itu warga juga sempat mencari distributornya di Ngunut.

"Tapi ternyata tidak pernah ada solusi, bahkan sampai sekarang tidak pernah dibagikan dan distributornya juga sudah tutup," keluh Abas.

Dari sekitar 2000 keluarga yang terdata menerima paket kompor gas dari pemerintah, yang benar-benar menerima hanya sekitar 500 orang di satu dusun Gondangsari dan satu RT di Jabalan

Saat dikonfirmasi, Sunarti Kepala Desa Jabalsari, membenarkan apa yang diungkapkan warganya itu.

Bahkan hingga kini tidak pernah ada solusi bagi warganya yang belum menerima kompor gas.

"Waktu itu Kadesnya saya, jadi yang repot juga saya, distributornya mungkin kabur,” ujar Sunarti

Saat itu Sunarti mengaku sudah mendatangi kantor distributor kompor dan tabung gas dari pemerintah ini.

Namun ternyata mereka adalah para pendatang yang hanya membuka kantor sementara, dan tidak pernah menetap.

Bersama warga Sunarti mengaku sempat mempermasalahkan kasus ini.

Bahkan ketika itu tim dari Pertamina juga turun langsung ke Jabalsari.

Namun semuanya berakhir dengan perasaan kesal di hati Sunarti dan warganya.

“Disurvei berulang kali, tapi sampai sekarang barangnya tidak pernah diterima warga,” ucap Sunarti kesal.

Masih menurut Sunarti, pihaknya sudah mengadu ke para pihak terkait.

Namun karena tidak pernah ada jawaban, Sunarti memilih diam dan menerima kenyataan, warganya tidak pernah menerima pembagian kompor gas dari pemerintah.

“Usaha saya sudah gak karu-karuan, tapi hanya menghasilkan rasa jengkel,” pungkas Sunarti.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top