Bak Spiderman, Siswa SD IPanjat Tiang Bendera saat Upacara

Soni diapit Kasubag Humas Polres Tulungagung  AKP Sumaji dan gurunya. (ist)
Soni diapit Kasubag Humas Polres Tulungagung AKP Sumaji dan gurunya. (ist)

TULUNGAGUNGTIMES – Saat upacara bendera akan dilaksanakan,  seorang siswa SDN 1-2 Jepun, Tulungagung, memanjat tiang bendera, Senin (17/6/19). Soni Ardiansyah, nama bocah yang nekat memanjat tiang setinggi 8 meter itu.

Bukan tanpa alasan Soni memanjat tiang bendera itu. Pasalnya, kaitan tiang bendera macet sehingga semua peserta menjadi bingung.

Macetnya tali tiang ini juga membuat pembina upacara dan seluruh guru kebingungan. Beruntung, muncul pahlawan cilik ini yang bersedia memanjat tiang, meski membahayakan.

Seluruh peserta upacara langsung meneriakkan namanya saat bocah berperawakan cilik itu memanjat tiang bendera untuk membenarkan tali bendera yang macet. Bak aksi Spiderman, dengan sigap dan tanpa sepatu,  Soni berhasil mencapai puncak tiang bendera.

Video Soni memanjat dan membenarkan kaitan bendera di ujung tiang bendera menjadi viral setelah salah satu guru di sekolah tersebut merekam dan menjadikannya status Whatsapp dan diunggah ke Instagram oleh guru guru lain.

Ditemui usai mengikuti pelajaran di SD Negeri Jepun 01-02, Soni mengakui tidak memiliki pikiran aneh aneh sebelum menaiki tiang bendera tersebut. Dirinya hanya ingin membantu bapak ibu guru yang kebingungan karena pelaksanaan upacara tertunda gara gara lepasnya kaitan bendera tersebut. “Pengen narik tali saja. Ndak takut pas mau naik, langsung naik saja” Ujarnya.

Siswa kelas III SD yang bercita-cita menjadi tentara ini memperoleh keahlian memanjat saat menaiki pohon saat bermain layang-layang usai jam pelajaran sekolah.

Soni mengaku tidak takut meski tiang bendera bergoyang ke kiri dan ke kanan saat dipanjat. “Biasa naik pohon waktu main layang-layang dan mengejar layang layang putus," ungkapnya.

Menanggapi viralnya video ini, guru agama di sekolah tersebut, Nurul Asmah, mengaku tidak menyangka video ini akan viral dan tidak ada tujuan pihaknya ingin memviralkan video tersebut.

Video diambil secara spontan dan tidak ada perencanaan sebelumnya. “Videonya itu spontan mengambilnya. Ndak ada rencana sama sekali. Bahkan sebelumnya ada murid lain yang diminta untuk naik, tapi ndak mau, akhirnya Soni ini yang maju,” ucapnya.

Viralnya video itu membuat pihak kepolisian mendatangi sekolah Soni  guna memastikan keaslian video itu. “Kami datang kemari untuk memastikan lokasi video yang viral tersebut. Ternyata benar dan bukan hoaks” tutur Kasubag Humas Polres Tulungagung AKP Sumaji.

Selanjutnya dirinya meminta netizen agar bijak dalam memberikan komentar dalam kolom Instagram. Sebab, saat melakukan aksinya menaiki tiang bendera tersebut, pihak sekolah sendiri juga sudah berupaya meningkatkan keamanan Soni yang ada di atas tiang bendera dengan memegangi tiang bendera agar tidak roboh.

Bahkan tampak jelas di video terdapat 3 orang guru yang berupaya memegang tiang bendera tersebut. “Pesan saya sebaiknya netizen lebih bijak berkomentar dan mengapresiasi keberanian yang ditunjukkan oleh Soni, bukan malah menuliskan komentar yang bernada negatif,” pungkasnya.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top