Nasib kendaraan roda dua yang dihantam 2 kendaraan roda empat di jalur pantura jalan raya jurusan Probolinggo-Surabaya (Agus Salam.Jatim TIMES)

Nasib kendaraan roda dua yang dihantam 2 kendaraan roda empat di jalur pantura jalan raya jurusan Probolinggo-Surabaya (Agus Salam.Jatim TIMES)


Pewarta

Agus Salam

Editor

Heryanto


Kecelakaan melibatkan tiga kendaraan terjadi di jalan raya jurusan Probolinggo-Surabaya, Kamis (13/6) sekitar pukul 11.30. 

Dua kendaran roda empat menghantam satu sepeda motor yang dinaiki 3 orang. 

Meski kondisi sepeda motor ringsek, namun tiga pengendaranya, selamat.

Tidak diketahui, bagian tubuh mana saja yang luka, mengingat saat korban ditangani instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Tongas, Kebupaten Probolinggo, hanya keluarga korban yang bisa masuk. 

Pintu IGD tertutup rapat dan dijaga petugas RS. Sejumlah wartawan, hanya bisa melihat dari balik kaca dari kejauhan.

Kecelakaan siang itu terjadi di timur jembatan Bayeman, Desa Bayeman, Kecamatan Tongas, Kebupaten Probolinggo. 

Sementara korban warga setempat yang tinggal di utara jalan atau rel Kereta Api (KA) Dusun Jaringan, RT 9 RW 3. 

Tiga korban satu keluarga masing-masing Azizah (47) orang tua, Khoid (30) anak pertama dan Nafa (5) anak keempat yang masih sekolah di TK setempat.

Atim (48) saksi di lokasi kejadian mengatakan, awalnya tiga pengendara sepeda motor yang dinaiki 3 orang yang masih satu keluarga itu, dari timur hendak ke utara. 

Sambil menunggu kendaraan yang melintas ke arah timur, berhenti di median (Tengah). 

Tiba-tiba dari arah barat muncul kendaraan terbuka (Pikep) menghantam sepeda motor matik yang dikemudikan Thoid tersebut.

Saat pikep menyeret sepeda motor bernopol N 5221 S tersebut kearah timur, ada kendaraan MPV dari arah timur dan tabrakan tak bisa dihindari.

Hanya saja, MPV panther bernopol P 1257 Z yang disopiri Erik Syaiful Anwar (29) tidak menghantam sepeda motor. 

Tetapi adu muka dengan pikap bernopol N 8799 TG, yang hingga kini belum diketahui identitas pengemudinya.

Saking kuatnya hantaman, kedua kendaraan roda empat yang melaju berlawanan arah, sama-sama menghadap ke selatan. 

Sedang sepeda motor, posisinya terlindas kendaraan depan pikap yang keberadaan pengemudinya belum diketahui. 

“Panther ini tidak menghantam sepeda motor. Tapi menabrak pikap. Yang nabrak sepeda motor, pikap,” jelas Atim, warga setempat.

Hal senada juga diungkap Musleh, perangkat Desa Bayeman. 

Menurutnya, pikap mendahului atau menyalib kendaraan lain yang melaju lambat. 

Saat menyalib, menghantam sepeda motor yang berhenti di tengah jalan hendak menyeberang ke utara. 

“Mungkin dikira tidak ada kendaraan, sehingga pikap itu mendahului kendaraan lain,” tandasnya.

Kebetullan, saat bersamaan muncul kendaraan panther dari arah timur. 

Sehingga tabrakan antara pikap dan panther, tak dapat dihindari.

Ditambahkan, korban Azizah yang dibonceng anak pertamanya Khoid bersama anak keempatnya Nafa, dari timur hendak pulang ke rumahnya di utara jalan atau rel KA di Dusun Jaringan, desa setempat. 

“Kan rumahnya di utara rel. Mereka mau pulangg. Enggak tahu dari mana,”
tandasnya.

Informasi yang didapat dari salah satu perangkat desa setempat, saat di RS Tongas menyebut, kalau korban dari Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Korban tidak hanya bersama 2 anaknya, tetapi bersama 4 anaknya yang naik sepeda motor juga.

Kedua anak Azizah yang naik sepeda motor di belakang korban, lolos dari tabrakan dan selamat.

Erik Syaiful Anwar, pengemudi panther asal Arjasa Situbondo mengatakan, mengetahui kendaran pikap di depannya menghantam sepeda motor. 

Ia berusaha menghindar ke arah selatan, namun pikap juga mengarah ke selatan sehingga tabrakanpun tak dapat dielakkan. 

“Sepertinya pengemudi pikap kebingungan. Saya menghindar ke selatan, kok malah ikut ke selatan,” tandasnya.

Erik mengaku, dari Situbondo hendak ke Pasuruan menjemput neneknya. 

Di dalam kendaraannya, ia bersama istri dan seorang anaknya serta keluarga yang lain. 

Akibat dalam perjalanan, mkendaraannya kecelakaan, ia batal menjemput neneknya. 

“Mau ke Pasuruan jemput nenek. Ya, gimana lagi. Biar nenek dijemput keluarga kami yang lain,” pungkasnya.


End of content

No more pages to load