Rapat Bamus, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono Tak Hadir

Ketua DPRD Tulungagung,  Supriyono hingga kini tak jelas keberadanya pasca ditetapkan tersangka oleh KPK (Foto:  Joko Pramono/Jatimtimes)
Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono hingga kini tak jelas keberadanya pasca ditetapkan tersangka oleh KPK (Foto: Joko Pramono/Jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Menindak lanjuti surat dari Kemendagri tentang status Bupati Tulungagung terpilih periode 2018-2023, Syahri Mulyo, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Tulungagung rapat menyikapi surat tersebut.

Rapat Bamus kali ini dihadiri 11 dari sekitar 20 anggotanya. Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono yang seharusnya memimpin rapat ini juga tak nampak batang hidungnya.

Meski begitu, Adib menganggap hal itu sah-sah saja dan memenuhi kuorum.

“Ini pak ketua (Supriyono) ada acara,” ujar wakil Ketua DPRD Tulungagung, Adib Makarim, Kamis (23/5/19).

Jika ketua DPRD tidak hadir, kata Adib tugas ketua DPRD bisa dijalankan oleh wakil ketua.

“Kan masih ada wakil ketua (DPRD),” ujar Adib.

Supriyono sendiri ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (13/5/19) lalu.

Sejak saat itu keberadaan Supriyono tidak diketahui.

Supriyono diduga telah menerima suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tulungagung tahun anggaran 2015-2018.

kasus ini merupakan pengembangan dari kasus suap yang menjerat Bupati terpilih Tulungagung periode 2018-2023, Syahri Mulyo. 

Syahri Mulyo telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Supriyono diduga telah menerima suap sebesar 3,75 Milyar. 

Uangtersebut berasal dari Syahri Mulyo dan kawan-kawanya sebagai syarat pengesahan APBD dan APBD perubahan Kabupaten Tulungagung.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top