Plt Bupati Tulungagung (kiri)  didampingi Kapolres dan Dandim melihat kondisi pasar murah (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

Plt Bupati Tulungagung (kiri) didampingi Kapolres dan Dandim melihat kondisi pasar murah (foto : Joko Pramono/Jatim Times)



Seperti tahun-tahun sebelumnya,  Pemkab Tulungagung menggelar pasar murah jelang hari raya Idul Fitri.

Bertempat di halaman GOR lembu peteng, Pemkab sediakan 125 stand untuk penjualan produk Industri Kecil dan Menengah.

Pasar murah dibuka langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, Selasa (21/5/19). Pasar murah ini akan digelar mulai tanggal 21 hingga 27 Mei 2019.

Pasar murah ini digelar untuk memberikan masyarakat Tulungagung kemudahan untuk memenuhi kebutuhan jelang Idul Fitri.

"Pasar murah ini untuk memudahkan masyarakat masyarakat Tulungagung memenuhi kebutuhan jelang hari raya," ujar Maryoto Birowo.

Maryoto menegaskan, harga di pasar murah harus lebih murah dari pasaran.

"Khususnya yang menyangkut barang kebutuhan pokok," tuturnya.

Hingga pertengahan bulan Ramadan ini,  sediaan barang kebutuhan pokok di Kabupaten Tulungagung terpantau aman.

Dirinya mencontohkan komoditas beras,  Tulungagung merupakan salah satu penyandang pangan nasional.

"Jadi cukup kalau dikonsumsi masyarakat Tulungagung," kata pria paruh baya itu.

Berbeda dengan tahun lalu, Kini setiap aparatur sipil negara (ASN) tak lagi mendapatkan insentif  Rp 400 ribu per orang untuk dibelanjakan di pasar murah ini. Demi merangsang animo pembeli untuk belanja di pasar murah ini.

Sebagai gantinya, pemkab memberikan tunjangan kinerja (tukin). 

Besaran tukin cukup untuk menggantikan voucher pasar murah.

"ASN sudah mendapat tukin, voucher itu cukup di tukin itu," terang Maryoto.

Saat disinggung kemungkinan sepinya pasar murah, lantaran tidak adanya voucher, Maryoto menolaknya. Pasalnya ASN nantinya bisa menggunakan gaji ke 13 (THR) untuk belanja di pasar murah.

"Kan ada gaji ke 13, nanti bisa digunakan belanja di pasar murah ini," tandasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Administrasi Perekemonian Sekretariat Daerah Kabupaten Tulungagung,  Bambang Ermawan mengatakan harga yang dijual di pasar murah dijamin lebih murah. 

Ia mengatakan, kegiatan pasar murah itu melibatkan kelompok binaan beberapa dinas, seperti dinas pertanian, dinas peternakan dan dinas perikanan. 

Misalnya harga daging bisa murah, karena ada subsidi dari peternak binaan dinas terkait. 

"Harapan akhirnya, pasar murah ini bukan sekadar menjamin ketersediaan barang dan mudah dijangkau masyarakat, melainkan berkontribusi pada pengendalian harga," kata Bambang.


End of content

No more pages to load