Aktivis PMII Kecam "Modifikasi" Zakat 3 Kilogram, Tantang Debat Pembuat Kebijakan

Selebaran yang ditemukan PMII di wilayah Kedungwaru (Foto : Amran / TulungagungTIMES)
Selebaran yang ditemukan PMII di wilayah Kedungwaru (Foto : Amran / TulungagungTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Kader Aktivis pergerakan sekaligus Ketua Umum PMII Komisariat STAI Diponegoro masa khidmad 2017-2018, Mohammad Amran Faizin menyoroti adanya selebaran di masyarakat tentang adanya zakat fitrah berupa beras sebesar 3 kilogram. 

Selebaran itu menurutnya telah banyak diterima oleh wali murid yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung 
"Zakat fitrah sebesar 3 kilogram dari makanan pokok kita yaitu beras. Kami menilai bahwasanya ini membuat kerancuan pada masyarakat dan umat Islam pada umumnya, dikarenakan adanya peraturan baru tentang adanya zakat fitrah 3 kilogram ini," kata Amran Jumat (17/05) pagi

Dirinya lantas mempertanyakan, atas dasar apa zakat fitrah menjadi 3 kilogram 
"Apa penyebab zakat fitrah menjadi 3 kilogram, Bagaimana hukumnya bila zakat fitrah 2,5 kilogram?," kata Amran dengan nada tanya.

Lantaran sudah dianggap menjadi perhatian masyarakat, pihaknya akan terus menelusuri apa penyebab zakat fitrah menjadi 3 kilogram. 
"Kami mempunyai sandaran dalam masalah syariat tentang zakat fitrah. Kami bersandar pada kitab-kitab Ulama' Salafunassolih, salah satunya kami menuqil dalam kitab Syarah  Fathul Qorib yang disitu dijelaskan bahwasanya kewajiban zakat fitrah itu 6 mud dari makanan pokok penduduk negeri tersebut," ungkap Amran.

Yang di maksud dengan 6 mud menurut Amran itu sama dengan 2,4 kilogram, dengan mengkhawatirkan akan kurangnya bila tidak sesuai dengan 2,4 kilogram, maka ulama' membulatkannya jadi 2,5 kilogram.
"Selebihnya adalah dianggap sodaqoh. Lantas apa penyebab zakat fitrah menjadi 3 kilogram? Kami akan terus selidiki," tegasnya.

Lantas bagaimana hukumnya zakat fitrah dengan 2,5 kilogram padahal harusnya hanya 6 mud atau 2,4 kilogram. Amran mengatakan jika zakat fitrah 2,5 kilogram hukumnya tetap sah dengan dasar sebuah dalil yang menjadi ijma' ulama' yang tertera dalam kitab Fathul Qorib tersebut 
"(Dengan adanya masalah ini) kami akan terus menghimbau agar zakat fitrah tetap 2,5 kilogram dan terus berpegang teguh pada ulama' Salafunassholih," tegasnya.

Pihaknya juga menantang instansi yang memberi model zakat fitrah 3 kilogram untuk bertemu dan berdebat sesuai kaidah Islam apa dasar hukum yang melatarbelakangi kebijakan tersebut.
"Kami siap bertabayyun, berdiskusi dan berdebat. Untuk meyelesaikan problema-problema masyarakat," terangnya.

Sebagai kader PMII yang secara langsung menjadi banom ormas terbesar di Indonesia Nahdlatyul Ulama, pihaknya akan terus menyalakan Sinar Ahlussunnah Wal Jama'ah dan akan menjadi garda terdepan cendekiawan muslim demi kemaslahatan ummat.

"Ini saya yakin terjadi bukan hanya di Kedungwaru saja, kami berharap kepada seluruh Muzakki (wajib zakat) bisa menjalankan Ibadah zakat dengan baik dan sesuai dengan aturan syariat yang berlaku. semoga zakat kita semua diterima Allah SWT begitu pula dengan Ibadah kita dibulan suci Ramadhan ini. Amin," pungkasnya

Sikap Amran ini disampaikan lantaran dirinya menemukan selebaran agar para wajib zakat di bawah naungan UPT Dispendikpora Kecamatan Kedungwaru membayar zakat berupa uang 32.400 rupiah. Sedangkan untuk beras bagi ASN membayar dengan beras yang harganya 10.800 serta untuk siswa beras dengan harga 10.000 rupiah perkilogram.

Dalam selebaran juga dijelaskan bagi yang membayar 2,5 kilogram tetap dianggap sah. Selebaran tersebut juga mengklaim sesuai dengan rapat UPZ Kecamatan Kedungwaru dengan BAZ Kabupaten Tulungagung.

Penjelasan dalam selebaran tersebut berbunyi, untuk beras yang di setor ke UPT sebesar 10 persen dari jumlah penerimaan yang ada dilembaga, dan sisanya 90 persen di kelola lembaga.

Hingga saat berita diturunkan, belum dapat konfirmasi dari pihak UPT Dispendikpora Kedungwaru serta BAZ Kabupaten Tulungagung terkait masalah tersebut.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top