Banyak Kafe Masih Buka Selama Ramadan, Malah Ditemukan Pekerja Hiburan di Bawah Umur

Penyidik pegawai negeri sipil saat mendata pekerja hiburan. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)
Penyidik pegawai negeri sipil saat mendata pekerja hiburan. (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Memasuki bulan Ramadan, Pemkab Tulungagung mengeluarkan edaran agar tempat hiburan tutup. Namun agaknya edaran itu tidak sepenuhnya sampai kepada pengusaha tempat hiburan, terutama yang berada di pinggiran kota.

Buktinya, dari razia yang dilakukan satpol PP pada Selasa (14/5/19) malam, masih ditemukan warung karaoke yang buka selama Ramadan.

Kasi informasi publik Satpol PP Tulungagung, Artista Nindya Putra mengelak jika sosialisasi penutupan tidak sampai pada pengusaha tempat hiburan. Hal itu terbukti dengan tutupnya sejumlah tempat karaoke besar di Tulungagung selama Ramadan.

“Sosialisasi (edaran) sudah kami bagikan. Buktinya delapan kafe besar di Tulungagung juga sudah tutup total,” ujar pria yang akrab disapa Putra itu.

Masih adanya kafe di wilayah pinggiran yang masih buka, lanjut Putra, lantaran banyaknya kafe di Tulungagung. Sepengatahuan dirinya, ada sekitar 300 kafe karaoke di seluruh Tulungagung.

Saat ini masih dilakukan pembinaan dan peringatan kepada pengelola tempat hiburan itu. Jika tetap membandel, tak segan pihaknya untuk meyegel tempat hiburan tersebut.

Selain masih buka selama Ramadan, di kafe itu juga ditemukan adanya pekerja hiburan yang usianya di bawah 20 tahun. Setidaknya ada dua pekerja hiburan yang berusia 18 tahun.

Padahal, menurut Putra, untuk menjadi pekerja hiburan, usia minimal yang diperbolehkan adalah 20 tahun. Itu pun juga harus sepengetahuan keluarga yang dibuktikan dengan surat pernyataan. “Kalau menurut UU Ketenagakerjaan,  memang harus 20 tahun lebih 1 hari,” terangnya.

Menindaklanjuti hal itu, pemilik tempat hiburan akan dipanggil ke kantor satpol PP untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan.

Tidak tertutup kemungkinan, pekerja yang berusia di bawah 20 tahun akan dipulangkan. “Kemungkinan dipulangkan kalau yang di bawah (sesuai) UU Ketenagakerjaan," pungkasnya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top