Satu ASN Pelaku Pembalakan Sonokeling Masih Berkeliaran

Kayu sonokeling yang dibalak di depan Mapolsek Sumbergempol tergeletak di gudang PT K. (istimewa)
Kayu sonokeling yang dibalak di depan Mapolsek Sumbergempol tergeletak di gudang PT K. (istimewa)

TULUNGAGUNGTIMES – Pelaku pembalakan kayu sonokeling yang beraksi di Tulungagung masih berkeliaran secara bebas. Salah satunya adalah seorang ASN (aparatur sipil negara) yang menerbitkan surat perintah penebangan palsu.

ASN ini bertugas membuat surat palsu penebangan. ASN yang tidak mempunyai wewenang menerbitkan surat penebangan itu membuat surat penebangan lengkap dengan stempel basah dan tanda tangan.

Dinamisator Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Ichwan Mustofa mempunyai bukti dokumen surat yang dipalsukan ini. Karena itu, Ichwan berharap polisi memproses pelaku yang ada di Tulungagung.

"Pelakunya sudah jelas. Dokumennya juga sudah jelas. Tidak ada alasan polisi tidak memprosesnya," tandas Ichwan.

Enam pelaku pencurian sonokeling di jalan nasional Tulungagung dan Trenggalek sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Trenggalek. Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana mengakui, ada jaringan kawanan ini yang hanya beraksi di wilayah Tulungagung. Karena itu, pihaknya tidak bisa menindak mereka.

Namun Andana menolak memberi penjelasan lebih jauh terkait pelaku ini. Sementara Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Tri Wahyono mengatakan, pihaknya berhati-hati mengambil tindakan. Jangan sampai  satu kasus yang sama tapi  ada dua proses hukum.

"Kami tetap koordinasi dengan Polres Trenggalek dan kejakasaan. Jangan sampai ada kesalahan penanganan," ucapnya.

Selain itu, Hendro mengaku selama in pihaknya fokus pada pengamanan pemilu. Jika pemilu sudah selesai, Hendro yakin akan lebih fokus menangani kasus ini.

Sebelumnya, JPIK juga telah mengantongi bukti pengiriman kayu sonokeling asal Tulungagung ke sejumlah industri di Jawa Timur. Salah satunya di PT K. Di gudang PT K didapati kayu sonokeling yang diduga ditebang secara ilegal di depan Mapolsek Sumbergempol beberapa waktu lalu.

Dari dokumen yang dimilikinya,  salah satu tersangka pembalakan, A, yang diringkus Polres Trenggalek,  sudah beberapa kali mengirim kayu jenis sonokeling. Tersangka A dua kali mengirim sonokeling ke PT K pada tanggal yang sama, 26 Maret 2019. Kiriman pertama sebanyak 15 batang yang mencapai 3 meter kubik. Kiriman kedua sebanyak 16 batang, dan setara dengan 2,9 meter kubik.

Selain itu, pada 11 Januari 2019, A mengirim sebanyak 2.136 batang sonokeling dari Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu. Padahal di Ngranti tidak ada industri maupun gudang kayu.

A kembali mengirim 861 batang sonokeling pada Februari. Pada Maret, A kembali mengirim sebanyak 1.208 batang dan April sebanyak 117 batang.

Pihaknya akan melaporkan industri yang terlibat ke Ditjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top