Ote-Ote, Ciblon, hingga Ilir-Ilir, Kebiasaan Wong Tulungagung saat "Sumuk" Melanda

Ilir / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Ilir / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Saat terjadi gelombang udara yang panas, suhu akan meningkat dan menyebabkan tubuh merasa tidak nyaman. Kondisi kesehatan juga terancam memburuk serta banyak orang mengeluh akibat cuaca ini.

Orang Tulungagung mempunyai kebiasaan yang sebenarnya hampir sama dengan orang Jawa pada umumnya saat menghadapi suasana panas atau sumuk. Berikut kebiasaan orang Tulungagung saat panas atau sumuk yang sering dilakukan.

1. Ote-Ote

Ote-Ote  di kebanyakan daerah sering disebut sebagai jajanan gorengan. Namun di Tulungagung ini, ote-ote adalah kondisi orang telanjang tanpa baju.

Jika panas sudah tak bisa ditahan, banyak orang -baik pria dan wanita- membuka bajunya agar tidak merasakan panas yang berlebihan di tubuhnya

2. Grujukan dan Ciblon

Grujukan identik dengan menuangkan air dari sumur atau keran ke seluruh tubuh. Sedangkan ciblon adalah menceburkan diri ke kolam, sungai atau tempat yang banyak airnya

Orang Tulungagung senang sekali melakukan hal ini jika sumuk.

3. Uro-Uro Neng Gubukan

Gubuk yang biasanya berada di tengah sawah atau di bawah pohon rindang menjadi alternatif bagi wong Tulungagung saat sumuk melanda. Sambil tiduran, biasanya orang yang sudah tidak tahan dengan udara panas ini menyanyikan langgam (uro-uro) tanpa iringan musik untuk menghibur diri dan menikmati angin yang sepoi.

4. Ngombe Rucuh

Minum air gula dengan campuran tape sering menjadi alternatif untuk menghilangkan rasa panas yang melanda tubuh. Minuman rucuh ini khas untuk buka puasa dan juga sering digunakan untuk menghilangkan rasa haus dan panas saat udara di luar kebiasaan.

Wong Tulungagung suka sekali dengan minuman rucuh ini karena rasanya yang segar, apalagi dicampur dengan es.

5. Ilir-Ilir

Kipas yang terbuat dari anyaman bambu dengan bentuk yang cukup lebar sering menjadi cara lain yang lebih nyaman dibanding kipas angin elektronik untuk mengurangi rasa panas. Selain digunakan untuk menghilangkan panas, ilir biasanya dipakai untuk menyalakan bara di tungku atau pembakaran sate

Namun, di saat tertentu, ilir ini sangat digemari wong Tulungagung untuk menghilangkan sumuk.

Lima cara sederhana ini sudah turun-tememurun menjadi kebiasaan wong Tulungagung. Yang belum pernah silakan mencobanya.
 

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top