Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (kiri, berkacamata) (foto :  joko pramono/jatimtimes)

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar (kiri, berkacamata) (foto : joko pramono/jatimtimes)



Pasca pelaporan pembalakan pohon sono keling di Tulungagung oleh Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK), Polres Tulungagung langsung menindaklanjuti pelaporan itu.

"Pihak Satreskrim sudah melakukan pemeriksaan," ujar Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar selepas apel pelepasan alat peraga kampanye, Minggu (14/4/19).

Namun untuk mengungkap kasus ini, pihaknya meminta waktu.

Saat ditanyakan apakah pembalakan sono keling di Tulungagung berkaitan dengan 8 pelaku yang diamankan oleh Satreskrim Polres Trenggalek, Kapolres masih enggan berkomentar banyak lantaran masih dilakukan pemeriksaan.

"Kita masih belum bisa menyampaikan, kita minta waktu, kita akan kerja keras," tandas Kapolres.

Sebelumnya Ketua Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Tulungagung, Ichwan Musofa melaporkan pembalakan puluhan pohon sonokeling ke Polres Tulungagung, Jum'at (12/4/19).

Penebangan pohon sono keling di sepanjang jalur nasional Trenggalek hingga Blitar itu, dilakukan tanpa dilengkapi dokumen resmi.

"Dokumen kita (tentang pembalakan) dari JPIK dan PPLH  sudah diterima oleh polres," kata Ichwan yang juga menjadi ketua pusat pendidikan lingkungan hidup (PPLH) Mangkubumi.

Kayu sono keling menurut Ichwan merupakan jenis kayu apendik 2 Cites.

Untuk melakukan penebangan dan pengangkutan kayu jenis ini membutuhkan memerlukan ijin khusus dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Di Tulungagung sendiri ada sekitar 56 batang pohon yang diduga ditebang secara ilegal. 

Dalam laporan ini pihaknya juga menyertakan sejumlah foto aktifitas penebangan, serta koordinat lokasi pohon yang ditebang.

Pihaknya mencurigai pembalakan dilakukan oleh orang-orang lama. Pembalakan dilakukan dengan alasan perampasan dan penjarangan tanaman di jalan.

"Oknum ini informasinya pensiunan pegawai di Binamarga provinsi tapi diperbantukan di jalan nasional," terangnya.

Lantaran tidak ada aturan terkait pembalakan di jalan nasional,  Hal itu dimanfaatkan bersama pedagang kayu.

Ichwan menegaskan aksi pembalakan ini dilakukan secara sistematis dan sudah lama.

Pihaknya mengapresiasi penangkapan 8 terduga pelaku pembalakan kayu sejenis di Polres Trenggalek pada hari ini. Ichwan berharap hal ini menular ke Tulungagung.

Dilansir dari Tribunnews.com, Satreskrim Polres Trenggalek mengamankan 8 terduga pelaku pembalakan sono keling.

Delapan orang ini adalah terduga pelaku pembalakan liar pohon sono keling di tepi jalan nasional Tulungagung dan Trenggalek.

Penangkapan dilakukan di wilayah Kediri. Polisi menyita satu truk plat hitam, AG 9043 RF.

Di dalam bak truk ini berisi potongan kayu sono keling.

Satu dari orang yang ditangkap mengenakan seragam ASN.

Dari informasi yang didapat, ada satu ASN yang terlibat.

Ia berinisial K, dibagian perampasan pohon. Dulunya K bertugas sebagai tukang sapu, kemudian dipindah ke bagian perampasan pohon.

Sebelumnya tim gabungan dari Balai Pemeliharaan Jalan Nasional, Dinas Kehutanan Provinsi Jatim, Balai Besar KSDA dan LSM lingkungan melakukan penyisiran.

Hasilnya, ada 89 pohon sono keling di tepi jalan nasional Tulungagung dan Trenggalek yang ditebang secara ilegal.

Akibat pembalakan ilegal itu, negara mengalami kerugian hingga 4 milliar rupiah.

 


End of content

No more pages to load