Warganet Ingin Belikan Tas Harga Rp 50 Ribu untuk Anak Yang Dipersekusi, Videonya Bikin Mewek

Bunga saat membacakan Surat Pernyataan / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Bunga saat membacakan Surat Pernyataan / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Viralnya video Bunga, anak kelas III Sekolah Dasar dari salah satu desa di wilayah Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung mengundang banyak simpati warganet. Banyak warganet ingin membelikan tas pada Bunga lantaran penyeberan video tersebut tidak layak dilakukan meski Bunga bersalah. 

"Saya siap belikan tas, kasihan adik ini yang harus menanggung malu karena videonya diunggah di media sosial," kata YR (samaran) saat menghubungi wartawan Tulungagung TIMES melalui pesan massanger Minggu (7/04) siang. 

Dirinya mengaku melihat postingan itu viral lantaran mengikuti salah satu grup jual beli sebelum akhirnya postingan dihapus. 

"Malah saya sempat download videonya, anak saya di rumah seusia anak yang meminta maaf itu," katanya yang sekarang masih bekerja di luar negeri sebagai TKW itu. 

Pembahasan tentang Bunga juga masih ramai di facebook dan banyak yang meminta agar pemilik olshop juga meminta maaf melalui video atas perbuatannya pada anak. 
"Coba mbak yang punya Olshop itu bikin video, saya ingin tau masa gara-gara uang 50 Ribu saja memperlakukan anak segitunya," jelas salah satu netizen

Simak video di bawah ini

Sementara itu seseorang bernama YEF warga desa Ngunggahan Kecamatan Bandung angkat suara terkait berita dan respons yang berlebihan warganet.

"Masalah ini sudah selesai, yang bersangkutan bersama orang tua juga sudah bertemu dengan saya. Foto saya dipakai untuk akun dia, kemudian digunakan pesan barang online, saya memang yang dirugikan," kata YEF memberikan konfirmasi melalui pesan WhatsApp Minggu (7/04) pagi.

Karena fotonya dipakai, pemilik Olshop memposting foto dirinya di media sosial mencari tau siapa dan dimana alamat. "Karena foto saya diposting, padahal saya tidak pernah pesan akhirnya saya juga mencari tau siapa sebenarnya orang yang memakai foto saya itu, eh ternyata tetangga dan masih kerabat sama saya," terangnya.

Karena masih tetangga, YEF menghubungi pemilik Olshop dan mengajak mencari Bunga dan mendatangi rumahnya. "Ternyata selain foto saya digunakan pesan tas, dalam hp anak itu juga menunjukkan bahwa dia juga tanya-tanya handphone mahal. Beruntung yang diajak chat itu kenal saya, jadi bisa kita antisipasi," jelasnya.

Tak mau panjang urusan, dirinya meminta orang tua Bunga untuk mendidik anaknya agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Akhirnya kita buatkan surat pernyataan dan diposting video saat dia membacakan," kata YEF

Dirinya tak menyangka akibat dari postingan itu menimbulkan pro dan kontra. Bahkan YEF dengan legowo mengakui jika khilaf lantaran postingan klarifikasi itu. "Benar kok, masalah sudah selesai. Semoga ini juga bisa meluruskan berita yang saat ini berkembang dan salah alur ceritanya," harapnya.

Hal senada disampaikan oleh pemilik Kencana Olshop, YRK yang menjelaskan jika awalnya dirinya mendapat pesanan barang 
"Gini lo, kan aku dipesenin barang ya, terus aku sebenernya tahu kalau itu anak kecil, tapi kan foto profilnya orang dewasa," kata YRK

Karena dirinya berjualan, pesanan ditindaklanjuti dan mengira jika yang pesan itu adalah ibunya Bunga. 
"Jadi tak kira itu ibunya, terus aku bilang sama anak itu kalau mau pesen hpnya suruh kasihin ke ibuk dan ibuk suruh telepon," paparnya.

Setelah itu rupanya Bunga meyakinkan jika hp sudah dipegang ibunya, kemudian YRK menindaklanjuti pesanan itu. "Terus katanya hp yang megang sudah ibunya akhirnya aku pesenin," jelasnya.

Setelah barang ready YRK berusaha menghubungi nomor bunga, namun rupanya tidak pernah mendapatkan jawaban. 
"Kok dia centang lama berhari-hari, akhirnya dengan bekal alamat yang dia kasih ke aku dan tanya-tanya ke teman yang rumahnya sekitaran alamat yang dia kasih, dan gak ada yg kenal," ungkapnya.

Akhirnya YRK menanyakan hal itu ke suatu grup Facebook dengan memposting foto yang menjadi profil Bunga. "Aku tanya di grup dengan memosting foto profil di whatsaap itu, dan postinganku itu hanya tanya info alamat saja," tambahnya.

Belum ada 1 jam ternyata postingan itu membuahkan hasil, ada inbox masuk di massanger milik YRK. "Belum satu jam, sudah ada yang inbox aku temannya orang yang fotonya aku posting, kemudian saya hapus," kata YRK.

Dirinya sejak itu sudah punya kesimpulan bahwa, Bunga memakai foto orang yang diketahui bernama YEF yang sebelumnya tidak mengerti jika fotonya dipakai.

" Akhirnya aku disuruh posting minta maaf, ok aku nurut aku emang merasa bersalah. Nah trus seharusnya ini yang perlu digaris bawahi. Yang seharusnya posting video dan tentang anak kecil itu kan anak kecil itu sendiri pake akunnya sendiri bukan akunku, jadi sekarang orang-orang ngiranya aku dan aku yang kena,"sesalnya.

Alasan kenapa Bunga yang membaca surat pernyataan itu menurut YRK karena orang tua Bunga tak bisa membaca sehingga Bungalah yang membacakan suratnya. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top