Banjir Paksa Ratusan Warga Tulungagung Tinggalkan Rumah

Salah satu warga melintas di jalanan yang tergenang banjir. (foto:  istimewa)
Salah satu warga melintas di jalanan yang tergenang banjir. (foto: istimewa)

TULUNGAGUNGTIMES – Banjir bandang yang melanda Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban, memaksa warga untuk meninggalkan rumah mereka.  Warga diavakuasi oleh tim SAR untuk pergi ketempat yang dirasa aman guna menghindari hal yang lebih buruk. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Ketinggian air di Desa Demuk mencapai tinggi orang dewasa atau sekitar 1,5 meter. Banjir di desa ini terpantau sejak Rabu (6/3/19). 

Banjir terjadi lantaran Sungai Pasrepan sudah tidak mampu lagi menampung tingginya curah air hujan. Debit banjir yang terus meningkat hingga Kamis pagi memaksa petugas melakukan upaya pengungsian penduduk yang terdampak cukup parah.

"Hari ini penduduk mulai kami ungsikan karena ketinggian air mencapai 1 meter lebih," kata Soeroto dari BPBD Tulungsgung saat dikonfrmasi melalui telepon.

Dari data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, ada sekitar 38 KK di Desa Demuk yang terdampak banjir. Mereka diungsikan ke tempat aman untuk sementara waktu sembari menunggu air surut. 

Petugas SAR gabungan juga melakukan penyisiran untuk mengantisipasi jika ada korban yang masih terjebak banjir. "Sambil menunggu debit banjir turun, kami salurkan bantuan pangan untuk membantu warga yang membutuhkan," katanya.

Banjir yang terjadi di Tulungagung, kata Soeroto, lebih diakibatkan oleh saluran air atau sungai yang tak mampu lagi menampung air. Seperti di Desa Demuk, kontur Sungai Pasrepan yang kecil dan menyempit menyebabkan air bah dari arah Kabupaten Blitar meluap ke pemukiman penduduk sehingga terjadi banjir bandang hingga ketinggian 1 meter lebih.

Kondisi serupa terjadi di Desa Waung, Kecamatan Boyolangu, dan Banjarejo, Kecamatan Rejotangan.  Sungai-sungai di dua desa ini mengalami overkapasitas saat banjir kiriman dari wilayah pegunungan turun memenuhi alur aliran sungai sehingga meluber ke pemukiman penduduk.

Kendati tidak ada laporan kerusakan rumah ataupun bangunan umum, dilaporkan banyak ternak yang hilang atau mati karena tenggelam dan terseret arus banjir. Selain itu, puluhan hektare tanaman pertanian dilaporkan rusak. 

Di Desa Waung, ada 101 KK yang terdampak. Sedangkan di Desa Banjarejo  ada 300 KK. 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top