16 Dokter Jantung Berguru di RSUD dr Iskak, Ini Alasannya

Peserta pelatihan melihat langsung proses pemasangan ring jantung di ruang intervensi jantung. (foto:  Joko Pramono/Jatim Times)
Peserta pelatihan melihat langsung proses pemasangan ring jantung di ruang intervensi jantung. (foto: Joko Pramono/Jatim Times)

TULUNGAGUNGTIMES – Untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian dokter spesialis jantung dalam melakukan tindakan pemasangan ring jantung, sebanyak 16 dokter spesialis jantung dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti workshop pemasangan ring jantung  di RSUD dr Iskak Tulungagung. 

Bukan tanpa alasan Tulungagung diminta untuk menjadi tuan rumah workshop tingkat nasional ini. Rumah sakit  pelat merah ini dianggap mumpuni dalam penanganan penyumbatan jantung.  "Karena (RSUD) Tulungagung mempunyai jeda hampir zero mulai didiagnosis hingga penanganan," ujar Ketua Persatuan Dokter Kardiovaskuler Indonesia (Perki) Dr A. Sunarya Soerianata SpJP,  siang tadi (16/2/19). 

Bukan pemasangan ring jantung biasa. Peserta diajak langsung untuk memasang ring dengan kondisi khusus,  seperti sumbatan lemak yang mengeras. "Seperti memasang ring kalau lemaknya sudah mengeras,  maka harus dibor dulu," imbuhnya. 

Dari sekitar 1.200 dokter spesialis jantung di Indonesia,  hanya 200 di antaranya yang bisa melakukan intervensi atau tindakan pemasangan ring pada jantung. Tiga di antaranya dimiliki oleh RSUD dr Iskak. 

Tak mudah untuk memiliki sertifikasi intervensi jantung. Setidaknya dokter intervensi jantung berpengalaman menangani 6 intervensi jantung per harinya selama 1 tahun,  baru bisa mendapatkan sertifikasi ini. 

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung dr Supriyanto meminta tambahan dua lagi dokter intervensi jantung dari PERKI.  Hal itu dilakukan untuk meningkatkan layanan RS yang dipimpinnya.  "Untuk intervensi jantung, rumah sakit ini kan rujukan dari Jawa Timur wilayah barat," ujar Supriyanto. 

Sebagai rumah sakit rujukan, RS ini tak hanya melayani warga Tulungagung saja,  namun juga kota/kabupaten di sekitar Tulungagung. "Sebanyak 30 persen pasien kami berasal dari luar kota," tutur dokter teladan tingkat nasional itu. 

Per harinya, dengan dua ruang intervensi jantung, RSUD dr Iskak bisa melayani 4 hingga 8 pasien. Namun jumlah itu bisa berkurang jika ada penyumbatan dengan kasus khusus.  "Per hari 2 atau jika memungkinkan 3 intervensi," katanya lebih lanjut. 

Untuk penanganan penyakit jantung, ke depan pihaknya akan membangun ruang bedah khusus jantung,  yang di Jawa Timur baru dua rumah sakit yang mampu melakukannya.  "Targetnya tahun 2023 kami miliki ruang open heart (operasi jantung)," tandasnya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher :
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top