Awal Tahun 2019 Temukan 2 Penderita Kusta Baru, 1 Berstatus Pelajar

Kasi P3M Dinkes Tulungagung, Didik Eka (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)
Kasi P3M Dinkes Tulungagung, Didik Eka (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Tulungagun ternyata masih belum bebas dari ancaman kusta atau lepra. 

Buktinya di awal tahun 2019 ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung masih menemukan 2 pasien kusta baru.

Kedua pasien baru yang ditemukan itu menderita kusta tipe basah. 

Penyakit ini terbagi atas 2 jenis,  tipe basah dan kering. 

Tipe basah jika ditemukan lebih dari 5 bercak merah di tubuhnya. 

Mirisnya, 1 dari 2 pasien kusta yang ditemukan, masih berusia 16 tahun dan berstatus pelajar di salah satu sekolah menengah atas. 

"Di kecamatan Sumbergempol ada Januari lalu kita temukan 1 pasien baru yang masih berstatus pelajar," ujar Kadinkes Tulungagung melalui Kasi P3M Didik Eka.

Sedang 1 pasien kusta ditemukan di Kecamatan Tanggunggunung. Mirisnya, pasien ini sudah mengalami cacat permanen. 

Pasien wanita berusia 56 tahun ini awalnya mengeluhkan luka pada kulitnya yang bertahun-tahun tak kunjung sembuh meski sudah diobati. 

Saat disentuh, kulit pasien yang ada bercak merahnya sudah mati rasa. 

"Awalnya mengeluhkan luka yang tak kunjung sembuh,  setelah diperiksa di Puskesmas setempat diketahui mengidap kusta," ujarnya lebih lanjut. 

Pihaknya melalui Puskesmas terdekat, sudah memberikan obat secara gratis kepada pasien kusta selama 6 bulan hingga 1 tahun. 

"Kita berikan obat secara gratis sampai tuntas pada pasien dan Jatim sudah mencanangkan eliminasi kusta," tuturnya. 

Dari data yang dimiliki olehnya,  2 dari 19 kecamatan di Tulungagung masih masih mendominasi tingginya temuan penyakit yang diakibatkan oleh bakteri microbacterium leprae itu. 

"Temuan pasien kusta sejak 2017 masih didominasi Kecamatan Bandung dan Campurdarat," terangnya.

Masa inkubasi hingga 10 tahun terkadang tidak disadari oleh orang yang tertular penyakit ini. 

Pada tahun 2017 Dinkes Tulungagung temukan 26 pasien kusta yang saat ini sudah sembuh.  

25 pasien type basah dan 1 type kering. 2 pasien ditemukan dalam keadaan cacat, dan 1 anak-anak. 

Sedang pada 2018 meningkat 30 kasus. 4 diantaranya penduduk Trenggalek. 

Dari 26 warga Tulungagung itu 3 diantaranya ditemukan sudah cacat, dan 1 anak-anak. 

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi orang yang paling rentan tertular kusta. 

Apalagi jika satu kamar atau satu ruangan dengan tenaga kerja asal India dan Bangladesh yang menjadi penyumbang tertinggi penyakit kusta di dunia. 

"Orang yang pernah menjadi TKi,  apalagi yang satu kamar dengan orang Bangladesh dan India,"katanya. 

Penularan penyakit ini bisa terjadi dengan kontak langsung maupun dengan percikan ludah. 

Namun dengan pola hidup yang sehat dan lingkungan yang sehat,  penyakit ini bisa dicegah penularanya.

Bakteri ini akan mati jika terkena sinar matahari langsung. Penggunaan detergen juga terbukti ampuh membunuh bakteri ini.

"Bakteri ini mati dengan sinar ultra violet matahari, dan kebiasaan memakai detergen ini sangat berpengaruh sekali," tandasnya.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top