Pasien Menumpuk di IGD, Ini Siasat RSUD dr. Iskak

Pasien di IGD RSUD dr.  Iskak yang berdempetan (foto: Joko Pramono/JatimTIMES)
Pasien di IGD RSUD dr. Iskak yang berdempetan (foto: Joko Pramono/JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Banyaknya pasien dari luar kota yang berobat di RSUD dr. Iskak Tulungagung membuat kondisi Instalasi Gawat Darurat di rumah sakit plat merah itu penuh sesak. Terlihat penumpukan pasien, terutama di yellow zone atau zona gawat namun tidak darurat.

Hal itu diakui oleh Direktur RSUD dr. Iskak melalui Muhammad Rifa’i, Humas RSUD dr. Iskak saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (4/2/19). "Lumayan banyak sekali penumpukan pasien di IGD,” ujar Muhammad Rifa’i.

Penumpukan itu kata Rifa’i, lantaran banyaknya pasien luar kota yang berobat di rumah sakit ini, terutama dengan keluhan panas. Meski penuh atau megalami penumpukan, pihaknya tidak bisa menolak pasien yang berobat.

Untuk menyiasati hal itu, pihaknya menyediakan ekstra bed (tempat tidur tambahan bagi pasien). “Kita akan tambah ekstra bed, kemudian kita juga akan tambah ruangan-ruangan yang bisa diisi dengan bed,” terang Rifa’i.

Namun jika dirasa upaya penambahan sudah dilakukan dan pasien terus saja berdatangan yang berujung dengan terisinya seluruh bed tambahan, pihaknya sarankan agar pasien mencari RS lain yang masih memungkinkan menerima pasien.

“Kami mengimbau pada masyarakat sekitar jika RS kami sudah penuh, masih ada rumah sakit sekitar,” kata Rifa’i.

Rumah sakit yang dimaksud oleh Rifa’i ialah beberapa RS swasta yang beroperasi di wilayah Tulungagung. Namun dalam beberapa kasus, jika memang harus dirawat di RSUD dr. Iskak, maka pihaknya akan menerima pasien itu meskipun sudah penuh.

“Kalau memang harus dibawa kesini, maka akan tetap kita layani dengan baik. Bedanya yang dapat ekstra bed mungkin kurang nyaman, tapi pengobatannya sama,” terang Rifa’i.

Di rumah sakit ini ada sekitar 468 tempat tidur, saat ini sudah terisi 435 pasien. Namun ada beberapa ruangan yang  diisi ekstra bed seperti IGD dan ruang Wijaya Kusuma. “Di ruang Wijaya Kusuma khusus anak-anak ada penambahan 3 ekstra bed,” beber Rifa’i.

Ruang Wijaya Kusuma sendiri idealnya diisi 6 bed, namun karena hari ini ada 9 pasien anak terkena DBD maka satu ruang diisi hingga 9 bed.

Di IGD sendiri didesain tanpa sekat sehingga bisa diisi banyak bed tambahan. Jika idealnya 30 pasien, maka jika terjadi penumpukan bisa diisi hingga 50 bed.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top