Kasus DBD Meningkat 1.700 Persen, Dua Anak Meninggal

Salah satu pasien DBD saat diperiksa oleh dokter di RSUD dr Iskak Tulungagung. (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)
Salah satu pasien DBD saat diperiksa oleh dokter di RSUD dr Iskak Tulungagung. (foto : Joko Pramono/Jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Demam berdarah dengue (DBD) kian menggila di Tulungagung. Betapa tidak, per tanggal 17 Januari 2019 ini, sudah dua anak penderita DBD meninggal dunia. 

Mereka berusia 5 tahun dan 7 tahun. Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Pakel dan Kecamatan Tulungagung.

Kejadian terjangkit DBD pun meningkat hingga 1.700 persen  dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu. "Januari ini sudah 179 kasus dengan penderita yang meninggal dunia dua. Tahun lalu 11 kasus," ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung Didik Eka, Kamis (17/1/19).

Tingginya kasus DBD ini tak hanya terjadi di Tulungagung. Namun hampir merata di setiap daerah. Sebagai perbandingan, di Kabupaten Kediri ada 123 kasus dengan 9 korban meninggal dunia.

Tingginya kasus DBD, lanjut Didik Eka, merupakan siklus 5 tahunan. Siklus ini adanya anomali cuaca yang terjadi tiap 5 tahun sekali.
"Curah hujan lebih tinggi jika dibandingkan tahun lalu," tutur pria berkacamata itu.

Kejadian ini pernah terjadi pada 5 tahun lalu atau pada 2014 lalu. Bahkan jumlahnya jauh lebih tinggi.  Saat itu ada sekitar 382 kasus terjangkit DBD di Tulungagung. Dinas Kesehatan Provinsi Jatim sampai menetapkanya sebagai kejadian luar biasa DBD.

Pihaknya memperkirakan tingginya kasus DBD ini terjadi hingga Maret.  "Musim penghujan puncaknya terjadi pada  Januari hingga Maret," ujarnya lebih lanjut.

Pada  April hingga Juli, kasus DBD cenderung turun. Dan  Agustus, kejadian DBD tidak ada sama sekali.

Untuk menekan penularan penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegepty ini, pihaknya sudah melakukan fogging (pengasapan) di lebih dari 30 titik. Dinkes juga mengedukasi masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan mengeluarkan surat edaran ke OPD. "Kami keluarkan edaran ke OPD untuk menyosialisasikan pencegahan DBD ke masyarakat," ujar  Didik Eka.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top