Hasil Outopsi Bayi Dibuang Dalam Kloset Diketahui, Ini Penyebab Kematianya

Petugas forensik sesaat setelah melakukan autopsi terhadap bayi yang dibuang dalam kloset (foto : Joko Pramono / Jatimtimes)
Petugas forensik sesaat setelah melakukan autopsi terhadap bayi yang dibuang dalam kloset (foto : Joko Pramono / Jatimtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Hasil Autopsi terhadap bayi yang dilahirkan oleh Rosa (16), yang diduga dibunuh dan dibuang ke kloset Puskesmas Kauman sudah diketahui.  

Dari autopsi yang dilakukan pada Jum'at (11/11/19) malam itu petugas temukan  luka bekas cekikan pada leher dan pendarahan pada perut bayi malang itu. 

Sedang penyebab kematian bayi malang itu karena cekikan di leher. Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Hendro Tri Wahyono mengungkapkan, hasil otopsi ada tanda kekerasan di tubuh bayi. “Cekikan itu yang membuat bayi mati lemas,” terang Hendro, selepas otopsi.

Sedangkan luka pendarahan pada perut, diduga terjadi karena upaya mengeluarkan bayi oleh Rosa dari dalam closet. Petugas terpaksa menjebol kloset dengan harapan bayi itu bisa keluar dengan mudah. Namun ternyata lubang itu masih tidak cukup untuk dilalui tubuh bayi nahas itu.

“Karena dipaksa keluar ke dalam lubang closet itulah timbul pendarahan di perut bayi,” sambung Hendro. 

Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tulungagung juga sudah meminta keterangan Rosa. Rosa menjelaskan, saat bayi itu lahir langsung diangkat dengan tangan kiri.
Ia mengaku tali pusar bayi putus dengan sendirinya. 

Sempat menangis sesaat setelah dilahirkan,  bayi dengan panjang 49 sendimeter dan berat 2,8 kilogram ini disiram air oleh Rosa dengan harapan agar diam. “Pengakuannya, bayi itu kemudian jatuh ke dalam closet,” ungkap Hendro. 

Suara tangisan bayi disamarkan oleh Rosa dengan menyalakan kran. Dari keterangan Rosa dan hasil autopsi yang cocok,  petugas akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status Rosa, tetap menjadi saksi atau menjadi tersangka. 

Jika terbukti sebagai pembunuh bayi itu, hukuman berat menanti Rosa. Ia akan dijerat  dengan Undang-undang perlindungan anak, Pasal 80 ayat 3 dan 4, dengan ancaman 15 tahun penjara.
Namun jika Rosa  juga terbukti sebagai ibu dari bayi itu, ancaman hukuman akan ditambah satu per tiga atau menjadi 20 tahun penjara. 

Penyidik juga masih menunggu hasil tes DNA, untuk memastikan bahwa Rosa adalah orang tua bayi yang tewas itu. 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top