Libur Sekolah, Capaian ORI Difteri Tahap III Turun

Ilustrasi vaksinasi
Ilustrasi vaksinasi

TULUNGAGUNGTIMES – Capaian outbreak response immunization (ORI) difteri tahap III di Kota Marmer Tulungagung turun hingga 14 persen dibandingkan tahap II.  ORI difteri tahap II mencapai 96,73 persen. Kini pada putaran III, baru tercapai sebesar 83,28 persen.


Kasi Survailens dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes)   Tulungagung Satriyo menjelaskan, penurunan terjadi lantaran saat ini sudah memasuki libur sekolah. Selain itu, isu haram–halal terkait vaksin MR juga berimbas pada pemberian imunisasi ORI difteri. Tak jarang sejumlah masyarakat ragu dengan adanya imunisasi ini. 


Beredarnya informasi mengenai kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang  membuat sejumlah masyarakat khawatir juga turut berpengaruh pada capaian tahap III. “Sempat ada informasi mengenai KIPI sehingga membuat masyarakat resah dan enggan membawa anak mereka imunisasi,” ujarnya. 


Kosongnya vaksin difteri tetanus bagi anak usia 5-7 tahun sempat membuat pelaksanaan ORI tahap III molor. Vaksin baru datang pada 5 Desember lalu. Selain itu, ORI difteri jilid III yang dilakukan pada November hingga Desember bersamaan dengan menjelang berakhirnya semester ganjil sehingga bersamaan dengan masa libur sekolah.    
Dinkes menargetkan minimal 95 persen dari total sasaran 281.515 menerima vaksin difteri jilid III ini. Jumlah itu terdiri atas anak-anak berusia 1 hingga 19 tahun. Pemberian vaksin difteri tahap III ini adalah mereka yang telah mendapat vaksin difteri tahap I dan II. Tujuannya agar vaksin dapat bekerja maksimal dan dapat membangun kekebalan tubuh.

 “Sesuai dengan anjuran pemerintah, pemberian vaksin dilakukan tiga tahap. Yang telah mendapat vaksin tahap I dan II diharap juga ikut lagi di tahap III ini,” terang pria berkacamata ini. 


Difteri merupakan infeksi menular yang disebabkan bakteri Corynebacterium. Gejalanya berupa demam, adanya pembengkakan di leher, dan terdapat selaput putih keabu-abuan di rongga mulut. Selain agar terlindung dari difteri, pada pemberian vaksin kali ini juga untuk mencegah penyakit pertusis dan tetanus. 

Penyakit pertusis atau batuk rejan merupakan penyakit yang menyerang pernapasan dan menular melalui mulut dan hidung. Umumnya, penyakit ini ditandai dengan batuk parah yang disertai tarikan napas yang tinggi. 


Dia mengimbau agar masyarakat, terutama usia 1 hingga 19 tahun, untuk mendatangi fasilitas kesehatan milik pemerintah supaya mendapatkan imunisasi. Jika terjadi keluhan pasca-pemberian imunisasi, segera hubungi layanan kesehatan milik pemerintah. 


Disinggung mengenai capaian target, Dinkes optimistis bahwa target sasaran ORI difteri dapat terpenuhi hingga akhir tahun. “Masih ada sekitar dua minggu. Bagi yang belum imunisasi, segera datang ke fasilitas kesehatan milik pemerintah agar mendapat imunisasi,” pungkas Satriyo. (*)

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top