Berbahaya! Sidak Jajanan Jelang Natal dan Tahun Baru, Dinkes Temukan Jajanan Tercemar Tikus dan Serangga

Masduki tunjukan kotoran tikus dan serangga di salah satu rak (foto:  Joko Pramono/JatimTIMES)
Masduki tunjukan kotoran tikus dan serangga di salah satu rak (foto: Joko Pramono/JatimTIMES)

TULUNGAGUNGTIMES – Jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung lakukan sidak (inspeksi mendadak) ke sejumlah pusat oleh-oleh yang berada di Jalan P. Antasari Tulungagung.  Hasilnya ditemukan banyak makanan atau oleh-oleh yang bungkusnya di makan tikus.

Tak hanya bekas gigitan tikus, di etalase atau rak tempat makanan di pajang juga ditemukan banyak kotoran tikus dan serangga.

“Ditemukan makanan yang dicemari oleh serangga dan tikus,” ujar Masduki, Kabid Perbealan dan Farmasi pada Dinkes Kabupaten Tulungagung, Senin (10/2).

Makanan itu jika sampai termakan oleh konsumen akan berakibat fatal. Jangka pendek dapat menyebabkan mual, pusing, muntah dan diare. Dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit serius. Pasalnya jajanan yang tercemar mengandung bakteri salmonela.

“Dalam 1-2 bulan bisa menyebabkan thypoid atau thypus,” tuturnya lebih lanjut.

Untuk makanan yang tercemar, pihak Dinkes langsung membuka bungkusnya agar tidak dijual oleh pihak pedagang.

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas pada retail jajanan atau oleh-oleh, jika hal itu masih terus berlanjut.

Padahal pihaknya sudah pernah memberikan peringatan pada retail yang dimaksud, sebelumnya juga pernah ditemukan hal serupa.

“Sebelumnya diberikan peringatan, kita akan berikan sanksi lebih keras dan jika bandel akan kita rekomendasikan untuk ditutup,” ujar  Masduki.

Dalam sidak kali ini juga, kata Masduki juga ditemukan beberapa jajanan yang  tidak dilengkapi informasi. Padahal informasi ini penting untuk konsumen.

“Kita juga temukan produk pangan yang tidak dilengkapi label informasi pangan,” tuturnya.

Informasi pangan itu antara lain kategori jenis pangan, nama brand atau merk, komposisi pangan, nama dan alamat produsen, kode produksi, izin edar dan tanggal kadaluwarsa sesuai dengan undang-undang nomer 18 tahun 2012 tentang pangan.

Sementara itu karyawan dan penanggung jawab, Andik Setyawan (20) mengaku setiap hari melakukan pembersihan. Namun masih juga ditemukan kotoran tikus dan serangga di rak jajan.

“Kita sudah bersihkan setiap hari,” ujar Andik.

Untuk jajanan yang tercemar, untuk produk sendiri biasanya langsung dimusnahkan. Sementara untuk jajanan yang bukan produk sendiri, maka akan dikembalikan (return) ke produsen.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top