8 Penderita Kaki Gajah Asal Tulungagung Alami Cacat Permanen

Didik Eka, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung (foto : Joko Pramono/Tulungagungtimes)
Didik Eka, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tulungagung (foto : Joko Pramono/Tulungagungtimes)

TULUNGAGUNGTIMES – Bulan Oktober merupakan bulan eliminasi kaki gajah.

Penyakit yang mengakibatkan penderitanya mengalami pembengkakan pada bagian tubuhnya. 

Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung tak lakukan kegiatan eliminasi.

Hal itu dikarenakan Tulungagung bukan merupakan daerah endemik kaki gajah.

Meski begitu ada delapan pasien kaki gajah di Kabupaten Tulungagung, yang kini dalam kondisi kronis.

Pasalnya mereka sudah terjangkiti penyakit itu sejak 2005 lalu dan sudah mengalami kondisi cacat permanen.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Didik Eka mengatakan, asal mula penyakit mereka sudah tidak terlacak lagi.

"Mereka adalah pasien yang sudah lama ditemukan dan memang terlambat diobati. Saat ditemukan dulu kondisinya sudah parah," terang Didik, Senin (15/10).

Enam orang penderita ditemukan di wilayah Kecamatan Sumbergempol, dan dua pasien ditemukan di Kecamatan Rejotangan.

Dari 8 penderita, tiga penderita asal Sumbergempol berjenis kelamin perempuan, sementara lima lainya adalah laki-laki.

Pembengkakan pada penderita kaki gajah itu sangat parah. Ada yang mengalami pembengkakan pada payudaranya dan juga skrotum.

"Skrotum ini lapisan yang membungkus buah zakar. Bagian itu diserang sehingga jadi sangat besar," ungkap Didik.

Akibatnya, penderita kaki gajah yang mengalami pembengkakan pada skrotumnya jadi sulit berjalan, dan sakit di bagian selangkangannya.

Begitu pula penyakit yang menyerang bagian payudara.

"Jadi memang sangat menderita, karena ada beban berat di bagian dadanya," tambah Didik.

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing filaria yang disebarkan oleh nyamuk anopheles dan cilex mansonia.

Cacing ini kemudian berkembang biak di dalam jaringan tubuh, dan penyebabkan penyumbatan pada jaringan tepi yang berakibat pembengkakan pada bagian tubuh penderita.

Karena itu sangat penting bagi penderita kaki gajah ditemukan lebih awal agar bisa diobati.

"Kalau sejak awal diobati tidak akan sampai menyebabkan cacat fisik. Itu pentingnya pasien ditemukan sebelum kondisi parah," tegas Didik.

Dirinya memastikan dari ke 8 penderita yang sudah diobati tidak ditemukan cacing filaria lagi.

Sehingga mereka tidak lagi bisa menularkan ke orang lain.
Hingga saat ini ditemukan penderita di luar delapan orang itu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top