Bukan Sadar Diri, Pemilik Wisata "Telek Bebek" Malah Foto Selfie, Ini yang Kemudian Terjadi...

Banner protes warga yang digunakan menyindir pemilik kandang bebek di Tanggulturus / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES
Banner protes warga yang digunakan menyindir pemilik kandang bebek di Tanggulturus / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

TULUNGAGUNGTIMES – Pasca launching Wisata Telek Bebek, warga desa Tanggulturus Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung makin geram dengan ulah pemilik kandang bebek AT. 

Hal tersebut terjadi lantaran setelah spanduk dan banner dipasang, pagi harinya pemilik kandang yang dianggap mengganggu itu justru foto shelfie dengan latar belakang tulisan wisata telek bebek.

"Kami ini sudah menahan diri dari upaya anarkis, tapi malah pemilik rumah ini yang statusnya PNS dengan merasa tidak bersalah foto-foto dengan latar belakang tulisan ini," kata tokoh warga Rim (initial) saat dikonfirmasi, Sabtu (27/7/2019).

Selain itu, pada saat warga menanyakan komitmen untuk mengosongkan kandang yang seharusnya dilakukan pada tanggal 6 Februari 2019 lalu, jawaban AT menurut Rim justru terkesan menantang agar masalahnya dilanjutkan ke jalur hukum.

"Kami sudah lama tidak betah dengan bau kotoran bebek dua kandang milik dia, tapi saat kami tagih untuk mengosongkan kandang dia malah menantang agar masalahnya dibawa ke jalur hukum," ungkap Rim.

Warga, menurut Rim berharap agar pihak terkait termasuk pihak kepolisian melakukan tindakan untuk meredam emosi warga yang saat ini masih bisa ditahan. 

Jika tidak, warga di takutkan bertindak sendiri dan berpotensi melanggar hukum.

"Kami harap ketegasan pihak terkait, dia sudah berjanji dan ada perjanjiannya," pinta Rim mewakili warga.

Sementara itu AT dan pihak kasi trantib Kecamatan Besuki belum dapat dikonfirmasi terkait masalah tersebut. 

Namun, Kapolsek Besuki AKP Randy Irawan menegaskan jika sudah ada pembicaraan lanjutan yang disepakati antara pemilik kandang dengan perwakilan warga.

"Pemilik di duga tidak punya ijin, semua pihak sudah dipanggil di kantor sat pol PP. Dikasih waktu 2 minggu untuk pendekatan ke warga,  apabila tidak bisa Sat Pol PP akan turun ke lapangan," tegas Kapolsek.

Kapolsek juga menunjukkan surat panggilan  yang di kirimkan Satpol PP pada Kepala Desa Tanggulturus untuk menghadirkan pemilik kandang yakni AT di RT 2 RW 1 dusun Tanggulturus.

Undangan itu juga disampaikan pada Muspika Kecamatan Besuki, Kepala SDN 4 Besole dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung.

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top