Pemkab akan Paksa Toko Retail Pajang Produk IKM

M. Faruq Asrori (2 dari kanan) bersama pelaku IKM Tulungagung (ist)
M. Faruq Asrori (2 dari kanan) bersama pelaku IKM Tulungagung (ist)

TULUNGAGUNGTIMES – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KAbupaten Tulungagung mendorong agar produk industri kecil dan menengah bisa di terima di Toko Retail berjaringan Modern.

Dinas yang menangani perijinan ini akan memaksa pengusaha retail untuk memasukkan produk IKM dalam gerainya saat mereka mengurus izin, jika tidak maka izin tidak akan diberikan.

“Itu kewajiban, wajib di taati dari pihak toko modern persyaratan ini, kalau tidak dipenuhi kami juga tidak akan menerima (pengajuan izin),”  ujar Kepala DPMPTSP TUlungagung , Santoso, KAmis (24/7/19).

Pihaknya mensyaratkan sekitar 20 persen produk yang dipajang di gerai toko modern, 20 persen di antaranya harus berasal dari IKM. Namun untuk bisa dipajang di gerai toko modern harus memenuhi beberapa syarat.

“Persyaratannya harus dipenuhi, masa kadaluawarsanya (dicantumkan), PIRT, BPOM nya ini harus dipenuhi,” terang Santoso.

Hal-hal itu kata Santoso menjadi kendala bagi pengusaha IKM. Pihaknya telah menggandeng pihak terkait seperti Dinas Perdagangan untuk memberikan kemudahan dan pelatihan pada pelaku IKM.

Saat ini ada sekitar 5.000 IKM di Tulungagung, kurang dari 10 persenya yang sudah siap untuk memenuhi standar toko modern.

Toko modern berjaringan di Tulungagung saat ini berjumlah sekitar 89 toko. Dari puluhan toko itu belum menerima produk IKM untuk di pajang di gerainya.

Ketua IKM Tulungagung, Eni Murnawati mengatakan saat ini ada 20 IKM yang di pilih untuk bisa dipajang di toko modern berjaringan. Namun ada berbgai syarat yang harus dipenuhi, termasuk harga yang tidak terlalu tinggi.

“Harganya harus di bawah 10 ribu rupiah,” ujar wanita berjilbab ini pada awak media.

Untuk awalnya pihaknya akan memajang produk IKM selama 3 bulan di 50 toko retail modern di Tulungagung. Selama 3 bulan itu akan dievaluasi mana barang yang diminati dan kurang diminati oleh masyarakat.

“Untuk yang kurang laku nanti ada perbaikan produknya, terutama rasa,” terangnya lebih lanjut.

Sementara itu, Regional Corporate Communication Manager Alfamart Moch. Faruq Ansori, Alfamart mendukung penuh program pemerintah untuk menghidupkan IKM. 

Pihaknya siap jika harus menampung produk IKM di gerai toko modernya.

“Diharapkan nanti semua kota, tergantung kekuatan IKM untuk memasok,” ujar mantan wartawan itu pada awak media.

Meski di Tulungagung belum ada produk IKM yang masuk ke toko retailnya, namun pria yang akrab disapa Faruq itu berjanji akan menampung produk IKm di Tulungagung seperti di kota lainya, semisal Trenggalek.

Namun produk yang dipajang nantinya juga harus memenuhi berbagai persyaratan seperti yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kita ingin memberi kepastian pada konsumen (perlindungan), jangan sampai nanti konsumen dirugikan yang kena nanti semuanya (produsen dan penjual) kena,”ujar Faruq.

Selain persyaratan yang ditetpkan oleh pemerintah, produsen yang menitipkan produknya ke Alfamart juga harus memikirkan masalah modal. Pasalnya barang yang dititipkan tidak langsung dibayar oleh pihak retail.

Setelah barang itu laku, produsen mengirimkan tagihan pada pihak retail yang akan dibayar 2 minggu kemudian.

“ini kan juga terkait cash flow mereka juga,” tutur Faruq.

Untuk awalnya pihaknya akn menerima dulu 5 produk IKM. Nantinya jika dirasa produk IKM cukup diminati, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menambah produk IKM yang dipajang di retail.

“Ini masih awal, nanti tidak menutup kemungkinan ditambah,” ujarnya.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Tulungagung TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]tulungagungtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]tulungagungtimes.com | marketing[at]tulungagungtimes.com
Top